Pariwara
Ekonomi & Bisnis

BPJS Kesehatan Helat Media Gathering

Agus Setiawan/Kendari Pos
BPJS : Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Hendra J. Rompas (berdiri) saat menjelaskan keadaan terkini dari lembaganya dalam Media Gathering yang berlangsung di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Selasa (25/9).

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kendari untuk pertama kalinya menggelar media gathering yang melibatkan para jurnalis dari berbagai media baik media cetak, elektronik maupun media online di Kendari, selasa (25/9).

Kepala BPJS Kesehatan Kendari Hendra J. Rompas mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan media gathering dalam rangka lebih mempererat lagi hubungan antara BPJS Kesehatan dengan wartawan yang ada di Kendari. “Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para awak media di Kendari yang selama ini mendukung kami dalam sosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait betapa pentingnya keikutsertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ujarnya. Selasa (25/9) lalu.

Lanjut Hendra, pihaknya mengundang para jurnalis karena mengetahui bahwa peran wartawan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. “Biasanya kalau ada masyarakat yang komplain dengan pelayanan kami biasanya angkat bicara di media. Oleh karena itu, kami mengundang lansung wartawan sekalian sebagai perpanjangan lidah dari publik. Adapun saran dan kritikan kami terima demi mewujudkan masyarakat indonesia yang sehat,” katanya.

Di kesempatan itu juga, Hendra menjelaskan pentingnya masyarakat untuk ikut serta dalam JKN, masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang komperhensif yang sesuai dengan indikasi medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang dibayarkan. “Jadi pihak penyedia fasilitas kesehatan tidak diperbolehkan meminta iuran biaya kepada peserta selama mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya, ini sudah diatur dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2014,” jelasnya. Dengan segala kemudahan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, lanjut dia, harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.

Ia mengungkapkan, masyarakat di Sultra menunggak kurang lebih sebesar Rp 32 miliar kepada BPJS Kesehatan. Rinciannya, tunggakan kelas I yang diikuti kurang lebih 9 ribu jiwa sebesar Rp 8,5 miliar, pada kelas II yang diikuti kurang lebih 16.500 jiwa menunggak sebesar Rp 8,5 miliar, sedangkan pada kelas III yang diikuti kurang lebih 60 ribu jiwa menunggak sebesar Rp 14,9 miliar.

“Hal inilah yang menyebabkan defisit anggaran BPJS Kesehatan, dimana kewajiban yang harus kami dibayarkan Rp 412 miliar sedangkan masyarakat hanya membayar Rp 270 miliar, jadi masih tersisa 32 miliar lagi. Itu pun kami dari BPJS Kendari sudah mencari ide untuk menutupi defisit itu dengan kerja sama beberapa perusahaan di Sultra melalui dana CSR mereka,” ungkap Hendra.

Oleh karena itu, melalui pertemuan ini, ia pun berharap kepada para awak media untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait masalah yang dihadapi BPJS saat ini agar tidak menjadi polemik. “Insya Allah dalam waktu dekat Kementerian Keuangan akan menalangi defisit keuangan yang terjadi di BPJS Kesehatan. Saya juga berharap kepada masyarakat terutama peserta JKN agar tidak menunggak iuran JKN nya demi keberlangsungan pelayanan kesehatan yang baik untuk kita semua,” tandasnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top