Pariwara
Hukum & Kriminal

Penyalahgunaan BBM di Konawe Capai Rp 11 Miliar, Jaksa : Itu Korupsi

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Konawe, Sahrir, SH

KENDARIPOS.CO.ID — Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih bergulir. Meski terdakwa Sahrin bin Alibina membantah tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) bahwa tindakannya bukan tindak pidana korupsi. Dalam sidang di PN Konawe, Sahrin menegaskan tindakannya hanya kriminal biasa. Berbeda dengan pihak Kejari Konawe. Jaksa Kejari Konawe tetap pada tuntutannya bahwa terdakwa melakukan tindakan korupsi. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Konawe, Sahrir, SH mengungkapkan, pihaknya telah mengikuti sidang pembacaan surat dakwaan yang merangkum segala tindak kejahatan pelaku yang melakukan korupsi sampai menyebabkan kerugian negara Rp 11 miliar.

“Nah, terkait pembacaan itu, penasehat hukum terdakwa membantah dan mengatakan tindakannya bukan korupsi. Tapi kami tetap mengatakan itu korupsi, dan sidang akan dilanjutkan. Intinya, kita sama-sama menyampaikan keberatan, tinggal majelis hakim yang menentukan nantinya,” ujar Sahrir, SH, akhir pekan lalu.

Untuk diketahui, Sahrin melakukan penyalahgunaan BBM jenis solar yang peruntukannya bagi kapal nelayan kapasitas maksimal 30 GT, dan mesin maksimal 90 PK di pelabuhan pendaratan ikan ( PPI) Soropia, Konawe tahun 2011 sampai 2013. Berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara BPKP Provinsi Sultra, Sahrin diduga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 11.387.135.782. (hel/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top