Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Pemeriksaan Ekspor-Impor Post Border Berlaku di Sultra

Zulkifli Saleh, ST., M.Si

KENDARIPOS.CO.ID — Sejak tanggal 1 Februari 2018 lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait sistem pemeriksaan harmonized system (HS) barang impor maupun ekspor melalui sistem post border. Jika sebelumnya pemeriksaan dilakukan di border oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, kini pemeriksaan sudah diserahkan pada kementerian terkait dan lembaga atau instansi terkait.

Khusus di Sultra, pemeriksaan Post Border selain dilaksanakan beberapa perwakilan Kementerian juga dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra. “Kami juga dapat bagian melakukan pemeriksaan terhadap beberapa komoditi ekspor maupun impor di Sultra,” ujar Kepala Seksi Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Disperindag Sultra, Zulkifli Saleh, ST., M.Si, akhir pekan lalu.

Mekanisme baru ini, kata Zulkifli, bisa mengurangi penumpukan barang di pelabuhan dan mempercepat waktu bongkar muat barang. Barang-barang impor tersebut adalah yang masuk kategori dilarang sebagian atau larangan terbatas. “Saat ini ada 48 persen atau sekitar 5.229 HS Code yang pemeriksaannya dilakukan diborder. Dari jumlah itu pemerintah ingin mengurangi menjadi 20 persen atau hanya 2.256 HS code saja,” ungkap Zulkifli.

Lanjut dia, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap barang impor maupun ekspor yang masih berada di border. Pemerikasaan yang dilakukan utamanya lebih mengarah pada standar kualitas produk yang akan keluar maupun masuk di Sultra. “Kami akan periksa semua barang atau komoditi yang akan masuk dan keluar dari Sultra. Intinya semua komoditi harus berstandar nasional Indonesia (SNI),” tegas Zulkifli.

Ia berharap adanya kebijakan pemerintah ini, dapat mendukung iklim investasi di dalam negeri khususnya di Sultra, menurunkan waktu bongkar muat (dwelling time) dan biaya logistik. Alhasil, peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) akan naik. “Ini adalah strategi yang sangat jitu dari Presiden Joko Widodo yang menargetkan EoDB Indonesia di posisi 40 pada tahun 2020,” tutupnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top