Pariwara
Metro Kendari

BPJS Kesehatan Kendari Defisit, Per Agustus Klaim Capai Rp 230 Miliar

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kini hanya berharap suntikan dana dari pemerintah untuk bisa membayarkan klaim pelayanan kesehatan dari rumah sakit. Sebab hasil kutipan iuran dari peserta BPJS faktanya jauh dari angka beban pembayaran yang diklaim oleh rumah sakit mitra BPJS. Sebut saja di RS Bahteramas. Informasi dari pihak rumah sakit, BPJS Kesehatan Cabang Kendari belum membayarkan klaim sejak Mei hingga Agustus lalu. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, dr. Hendra J. Rompas tak menampik adanya klaim yang belum dibayarkan. Tapi bukan klaim periode Mei hingga Agustus. Sebab, kewajiban membayarkan itu baru dibebankan ketika laporan tagihan rumah sakit sudah diterima BPJS.

Menurut Hendra J. Rompas, klaim RS Bahteramas yang sudah masuk di BPJS adalah periode bulan Mei saja. Sementara Juni, Juli dan Agustus itu belum ada. Meskipun sudah lewat waktu pelayanannya. “Klaim Juni sampai Agustus kita belum tahu berapa. Sebab, belum ada tagihan. Benar jika tiap bulan rata-rata Rp 9 miliar. Tetapi dalam hitungan keuangan, itu tidak bisa dibilang utang kalau belum ditagihkan,” ungkapnya, Jumat (21/9). “Setelah ditagih pun itu akan ada waktu untuk kami bersiap membayarkan. Kami punya kewajiban 15 hari pasca klaim. Lewat dari itu sudah kena denda, tapi kita tetap bayarkan dengan dendanya,” sambung Hendra J. Rompas di ruang kerjanya.

Hendra J. Rompas menilai opini yang terbentuk di masyarakat atau mitra BPJS bahwa klaim rumah sakit tidak dibayarkan itu dianggap berlebihan. Meski begitu, Hendra membeberkan secara terbuka kondisi BPJS saat ini. Kata dia, instansi yang dinakhodainya saat ini tengah defisit anggaran. Secara nasional, situasi itu terjadi dialami sebagian besar daerah. Menurut Hendra, banyaknya masyarakat yang mengantongi BPJS Mandiri, badan usaha, dan Pemda yang menjaminkan masyarakat miskinnya dengan BPJS. Kepesertaan yang lancar pembayarannya hanya PNS. “BPJS ini kan prinsipnya gotong royong. Banyak masyarakat kita yang mau berobat baru bayar BPJS, tapi mengabaikan iurannya. Di Sultra menurut saya sekira 50 persen dengan pola pemanfaatan BPJS seperti itu,” ungkapnya.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top