Pariwara
Konawe Selatan

Jambore KSB Tingkatkan Kemampuan Hadapi Bencana di Konsel

KAMALUDDIN/KENDARI POS
JAMBORE : BPBD Konsel bersama USAID-APIK menggelar jambore kelompok siaga bencana, kamis (20/9)

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Selatan (Konsel) bersama United States Agency For International Development-Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID-APIK) menggelar jambore kelompok siaga bencana (KSB). Pertemuan yang fokus pada peningkatan kemampuan menghadapi bencana tersebut dibuka Plt Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konsel, Armansyah dan dihadiri Kepala BPBD, H. Adywarsyah Toar dan Regional Manager USAID Wilayah Sultra, Buttu Ma’dika, termasuk kelompok siaga bencana yang tersebar pada kecamatan dan desa.

“Pembentukan KSB atau Tim Reaksi Cepat Konsel diharapkan bukan hanya seremonial belaka, tapi harus menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap upaya penanganan bencana. Baik bencana yang disebabkan faktor alam, nonalam, maupun ulah manusia yang berakibat menimbulkan korban jiwa, harta benda, kerusakan lingkungan dan dampak fsikologi traumatik pada masyarakat,” ungkap Armansyah, mengutip pesan Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga.

Sementara itu, Kepala BPBD Konsel, Adywarsyah Toar menjelaskan, pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan APIK. Apalagi jambore ini sangat relevan dengan strategi pembangunan kabupaten melalui “Desa Maju Konsel Hebat”, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat desa. “Seperti kita ketahui, wilayah Konsel rawan bencana, terutama banjir. Makanya, peningkatan kapasitas masyarakat terkait kebencanaan sangat penting,” ujarnya.

Data yang dihimpun BPBD, banjir di Konsel semakin meluas. Jika tahun 2017 lalu banjir melanda empat kecamatan dan tujuh desa, maka 2018 ini menjadi 15 kecamatan serta 62 desa. “Pada bulan Juli 2018, akibat hujan terus-menerus, Kecamatan Laeya dan Ambesea terendam banjir yang mengakibatkan masyarakat mengungsi, sawah gagal panen, dan jalan Trans Sulawesi putus,” sebutnya. Dengan adanya KSB yang bekerja di tingkat desa dan beranggotakan masyarakat beragam latar belakang, dapat bertanggung jawab memimpin proses evakuasi saat bencana terjadi.

Manajer Regional Sulawesi Tenggara Program APIK, Buttu Ma’dika, mengatakan, fokus dari jambore ini adalah KSB. Sebab mereka menjadi ujung tombak ketangguhan masyarakat desa. Dengan statusnya yang telah dilembagakan, maka KSB perlu terus didukung melalui peningkatan keterampilan serta menghubungkannya dengan pihak lain untuk mendorong kerja sama. “Selain itu, dengan keberadaan KSB, maka isu adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana diharapkan mendapat porsi dalam perencanaan pembangunan desa,” jelasnya dalam kegiatan yang turut menggandeng pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta menggelar penanaman lebih dari 300 bibit pohon trembesi dan tanjung di wilayah taman kota Andoolo, kantor bupati dan taman masjid raya. (b/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top