Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Tingkatkan Kualitas Layanan, BPS Sultra Helat FGD

Perbaiki Layanan: Kepala Bagian Tata Usaha BPS Sultra, Ir. Martini, MS., (ketiga kiri) saat memimpin Forum Group Discussion terkait standar pelayanan publik yang berlangsung di Ruang Vicon BPS Sultra, Rabu (19/9). Foto: Agus Setiawan/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas standar pelayanan publik lembaga tersebut di ruang Vicon BPS Sultra, Rabu (19/9). Kegiatan ini melibatkan banyak pihak selain instansi terkait juga kalangan mahasiswa, ombudsman, wartawan media massa, pemerhati sosial dan kemasyarakatan serta akademisi.

Kepala BPS Sultra yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Ir. Martini, MS., mengatakan FGD kali ini sengaja diadakan dalam rangka memperbaiki standar kualitas pelayanan di BPS Sultra. “Saya yakin, apabila kualitas pelayanan publik meningkat, maka akan berdampak positif pada sektor lainnya, terutama pada sektor ekonomi kita,” ujarnya.

Melalui FGD, kata Martini, pihaknya menerima berbagai masukan dari pengguna data BPS selama ini, mulai dari instansi pemerintahan, para peneliti dari perguruan tinggi, awak media sampai dengan mahasiswa, “Dengan berbagai masukan entah itu kritik dan saran kami akan terima demi peran statistik ke depan, agar pencapaian, sasaran dan tatangan statistik ini yang akan digunakan untuk penyusunan rencana, penetapan target, pengendalian serta evaluasi pembangunan,” jelasnya.

Terkait data, lanjut Martini, dalam menghubungkan data dengan kebijakan yang relevan untuk pembangunan memerlukan komunikasi yang intensif antara penyedia dan pengguna data. “Data dasar adalah data statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, makro, dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab BPS,”ujarnya.

Statistik dasar dapat diakses secara bebas di website BPS atau mengunjungi pelayanan statistik terpadu (PST) di kantor BPS, “Saat ini kami mempermudah peroleh data, karena masyarakat cukup melalui whatsapp dan akan segera dilayani pada jam kerja dan hari kerja,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, tidak jarang statistik dasar yang dihasilkan BPS menuai pro dan kontra, menimbulkan kegaduhan di sosial media dan pemberitaan di televisi. Seperti baru-baru ini ketika BPS merilis angka kemiskinan Indonesia yang menyentuh satu digit menimbulan kegaduhan.

“Kabar baik ini malah menuai kritik. BPS dianggap menggunakan standar yang terlalu lunak dalam menentukan garis kemiskinan. Hal yang sama juga terjadi pada data Inflasi, Ekspor dan Impor dan masih banyak lagi. Perlu diingat, kami bekerja dengan pemerintah namun dalam menghasilkan data tersebut, kami tidak memihak siapapun melainkan bersumber dari metodologi perhitungan kami,” tutupnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top