Pariwara
Hukum & Kriminal

Kejahatan Perairan di Sultra Marak Terjadi, 44 Orang Ditetapkan Tersangka

Irjen Pol M.Chairul Noor Alamsyah (tengah) saat menjadi narasumber dalam rilis kasus  di Aula Dhacara Polda Sultra, Rabu (19/9).

KENDARIPOS.CO.ID — Tingkat kejahatan perairan di wilayah Sultra kian masif. Indikatornya, sebanyak 24 kasus kejahatan perairan yang berhasil di ungkap Polairud Polda Sultra. Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol M.Chairul Noor Alamsyah mengungkapkan dari 24 kasus itu, sekira 44 orang telah ditetapkan tersangka. Ini menunjukkan tindakan kejahatan perairan sangat masif.

Kasus kejahatan perairan didominasi oleh penyalahgunaan bahan peledak yang unsur bahannya mengandung Amonium Nitrat. Para pelakunya sedang diproses hukum, dan masuk dalam tahapan pelimpahan berkas ke Kejaksaan Tinggi Sultra. “Ini merupakan tantangan kita untuk melakukan pencegahan kejahatan di wilayah perairan. Kejahatan seperti bahan peledak banyak kita temukan.Dan rata-rata penggunaannya untuk menangkap ikan,” ujar Irjen Pol M.Chairul Noor Alamsyah saat menjadi narasumber dalam rilis kasus tersebut di Aula Dhacara Polda Sultra, Rabu (19/9).

Irjen Pol M.Chairul Noor Alamsyah didampingi tiga jenderal lainnya, yakni Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto, Dirpolair Brigjen Pol Lotharia Latif, dan Dirpoludara, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat. Dalam kesempatan itu, Irjen Pol M.Chairul Noor Alamsyah mengapresiasi keberhasilan Polda Sultra mengungkap kejahatan perairan karena banyak menyelamatkan aset negara seperti biota laut dan wilayah perairan Indonesia, khususnya di Sultra sendiri. Irjen Pol M.Chairul Noor Alamsyah menjelaskan amonium nitrat merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya. Satu botol bahan peledak ikan berbahan amonium nitrat memiliki daya ledak hingga 30 meter. Jika berulang kali diledakkan maka radiusnya lebih luas lagi. “Maka akan banyak terumbu karang kita yang rusak,” ungkapnya.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto merinci wilayah pengungkapan kejahatan perairan yang dilakukan jajaran Polair yakni Pulau Saponda, Kecamatan Soropia, Konawe dan pesisir Pantai Desa Lora, Kecamatan Mataoleo, Bombana. Pengungkapan ini periode Maret 2017 hingga Juli 2018. Brigjen Pol Iriyanto menuturkan, kejahatan ini dapat merugikan negara. “Kami pihak kepolisian, selalu melakukan pencegahan dan penindakan atas kejahatan perairan ini,”ujarnya.

Ketua DPRD Sultra, Abdurrahmah Shaleh mengapresiasi Polda Sultra yang sukses mengungkap kasus kejahatan perairan. Dia menegaskan pemerintah harus mengambil langkah strategis. “DPRD telah membuat perda tentang perubahan iklim. Dan soal masalah ini kita cantumkan tentang kejahatan perairan. Penindakannya tetap kita koordinasi dengan kepolisian,” tuturnya. Detonator bahan peledak (handak) yang diamankan sekira 3.508 unit, bom peledak 141 botol, 13 unit kapal dan amonium nitra sekira 15.496 kilogram. Tersangka dikenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto pasal 60 ayat 1 UU RI Nomor 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman juncto pasal 104, Pasal 113 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan jucnto pasal 55 KUHP. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (ade/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top