Pariwara
Bombana

DKP Bombana Buka Peluang Bagi Investor Udang

Mansur Sigia

KENDARIPOS.CO.ID — Potensi budi daya udang bernilai ekspor di Bombana, cukup besar. Produksinya diklaim terus meningkat. Hanya saja, para petambak udang di daerah itu belum mendapat pangsa pasar menjanjikan. Makanya, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bombana membuka peluang seluas-seluasnya bagi investor untuk menanamkan modalnya pada sektor tersebut.

Kabid Pengembangan Kawasan dan Budidaya Ikan DKP Bombana, Mansur Sigia, menjelaskan, mayoritas petani tambak di daerah masih menggunakan sistem tradisional. “Potensi udang di Bombana sangat bagus. Para investor sebaiknya berkunjung dan bisa saksikan saat masyarakat sudah siapkan puluhan ton di pelelangan dan kadang bertahan sampai tiga hari,” kata Mansur.

Ia memaparkan, peningkatan sektor tambak di daerah itu kian meningkat. Tahun 2013 lalu misalnya, Bombana memulai pengolahan tambak dan hanya mencapai 64 ton. Kemudian tahun 2014 meningkat menjadi 1.453 ton. Produksi udang terus berlanjut lebih signifikan di pada 2015 lalu dengan capaian 1. 654 ton dan naik lagi ditahun 2016 mencapai total 1658 ton.

“Minat petani tambak udang juga kian meningkat hingga naik beberapa kali lipat di tahun 2017 sebanyak 5.280 ton yang merupakan dampak dari naiknya harga udang. Saat ini kami masih berupaya lebih meningkatkan lagi potensi udang dan hasil untuk tahun ini, masih dalam tahap tabulasi,” paparnya. Soal potensi luasan areal tambak, Mansur menyebut ada 8.131 hektare. “3.800 hektare telah diolah dan tersebar pada 17 kecamatan di wilayah pesisir. Ada dua kecamatan sebagai lumbung tambak yakni Lantari Jaya dengan lahan 2. 904 hektare dan diolah sekitar 800 hektare. Kemudian Poleang Timur dengan cakupan 1. 683 hektare dan terolah 964 hektare. Kalau potensi lahan Lantari Jaya memang mantap, tapi bicara olahan itu ada di Poleang Timur,” rinci Mansur.

Pihaknya sangat optimis jika investor masuk di Bombana, karena masyarakat diyakini akan semakin termotivasi untuk meningkatkan lahan tambak secara maksimal. “Misalnya, di sini harga udang Rp 35 ribu per kilogram, tentu akan termotivasi lagi jika harga beli dan investor lebih tinggi sedikit dari para penampung udang,” tandasnya. (b/kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top