Pariwara
Nasional

Inspirasi Toto Heryanto, Pemuda asal Muna Ini Dedikasikan Diri Untuk Persatuan Indonesia

TERPILIH: Toto Heryanto berpose dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi usai pembekalan peserta Kirab Nusantara di Jakarta, pekan lalu. Foto: Toto For Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Keragaman etnis dan budaya di jazirah Sulawesi Tenggara (Sultra) menempa Toto Heryanto tumbuh menjadi pemuda dengan semangat kebhinekaan yang terus terpatri. Sosoknya belum dikenal daerah, tetapi pemuda 23 tahun itu sudah mengemban tugas mulia dari negara. Ia didaulat oleh Kemenpora untuk memupuk jiwa nasionalisme pemuda Indonesia melalui kirab nusantara.

Sosok Toto Heryanto mungkin belum dikenal masyarakat Sultra. Maklum saja, pria kelahiran Kendari, 29 Juli 1995 tersebut hanyalah mahasiswa yang sedang menempuh studi di Universitas Islam Sultan Agung di Semarang, Jawa Tengah. Selama kuliah di otorita Ganjar Pranowo itu, Toto atau karib disapa Yayan itu jauh dari hiruk pikuk tanah kelahirannya.

Dibalik sosok sederhananya, Yayan rupanya punya tugas penting yang diamanahkan negara. Ia terpilih sebagai salah satu dari 88 pemuda dari seluruh Indonesia untuk mengikuti Kirab Nusantara yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Sebelum terpilih, ia bersaing dengan 1 juta pemuda Indonesia lain dalam tahap seleksi tersebut. Tugas Yayan ialah mengampanyekan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Yayan bersama tim Kirab Nusantara akan berkeliling wilayah Indonesia bagian barat. Selama menyambangi daerah di Sumatera, Kalimantan dan Jawa itu, Yayan akan merajut persatuan pemuda lewat keragaman budaya. Kepada Kendari Pos, Yayan mengaku dirinya sadar akan kekayaan yang diwariskan leluhur bangsa Indonesia. Khasanah budaya itu harus dijaga dan terus dilestarikan.

“Indonesia ini negara dengan pluralisme yang kaya. Ini suatu rahmat bagi negeri kita. Pemuda harus terus merawatnya dengan terus memperkuat persatuan kebangsaan,” kata Yayan saat berbincang dengan Kendari Pos, Kamis (13/9).

Melalui Kirab Nusantara, Yayan juga terus mengenalkan budaya Sultra. Kepada daerah yang disambanginya, Yayan mengenalkan Tarian Molulo dan Tari Mepokoaso dari budaya Tolaki. Baginya, benih cinta persatuan dan pluralisme sudah terpatri dalam sanubarinya sejak ia hidup di tengah masyarakat Sultra yang memang sangat beragam.

Banyaknya entitas suku seperti Tolaki, Muna, Buton membuatnya terbiasa dengan pluralisme. Tari Molulo sendiri ia pilih karena dari gerakannya terdapat nilai kebersamaan dan kekompakan. Demikian pula dengan Tari Mepokoaso. Ada pesan persatuan di dalamnya. m”Budaya Sultra akan saya kenalkan di 17 provinsi. Bagaimana Molulo dengan saling bergenggaman tangan mengajarkan kita arti kekompakkan,” ungkapnya.

Selain mengenal budaya, melalui Kirab Nusantara juga, ia terpesona dengan keindahan alam Indonesia. Hal itu yang membuatnya optimis jika pariwisata Indonesia akan menjadi ladang kesejahteraan masyarakat ke depan. Ia berpendapat, pemuda Indonesia harus tampil sebagai pemimpin pemersatu agar negara dapat dikelola dengan segala keragamannya alam dan budayanya. Apalagi, ada tantangan bonus demografi pada 2030 mendatang. Jika pemuda tidak kreatif dan inovatif, bonus demografi itu justru menjadi beban pembangunan. “Kita harus mengenal Indonesia lebih dulu. Negara kita sangat kaya. Pemuda sebagai pemimpin masa depan harus optimis bangsa ini akan maju melampaui negara lain,” tuturnya.

Putra dari (alm) Malik Sabaruddin dan Wa Ode Nur Aena itu rupanya menjadi mahasiswa yang aktif di kampus dan kegiatan sosialnya lainnya. Sebelum ikut Kirab Nusantara, Yayan sudah belajar merajut persatuan sejak di Kota tempatnya belajar. Di Semarang, Yayan dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (Perantara) Jawa Tengah. Lewat organisasinya itu, sosok Yayan ditempa menjadi pemuda yang Pancasilais dan mencintai keragaman. “Perantara organisasi yang menjadikan mengenal Indonesia lebih jauh,” ulasnya.

Kendati aktif di organisasi Parantara, alumni SMA 2 Raha itu tetap berupaya menggalang kekompakan sesama mahasiswa Sultra di tanah Jawa. Sebelumnya, mahasiswa angkatan 2013 itu menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Sulawesi Tenggara Kota Semarang pada 2015 lalu.

Bersama 10.000 mahasiswa Sultra di kota Lumpia itu, Yayan menjadi duta pengenal budaya daerahnya. Kini, ia sedang merintis organisasi kesatuan mahasiswa Sultra se-Indonesia. Baginya, upaya membangun Sultra dapat dilakukan tanpa harus tinggal di daerah. “Kami sudah memulainya dengan teman-teman dari Solo, Jogja dan Jakarta. Harapannya, upaya membentuk pengurus besar mahasiswa Sultra se-Indonesia bisa disambut oleh Pemprov Sultra,” paparnya.

Selain getol membangun perjuangan bersama angkatan se daerah, Yayan juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Semarang. Dirinyalah salah satu aktivis yang memperjuangkan keadilan sesama mahasiswa Universitas Negeri Semarang lewat organisasi yang dibentuknya, Gerakan Mahasiswa Anti Pembungkaman (GEMPA). Jiwa kepemimpinan yang kuat dalam sosok dalam dirinya membuat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di otorita Gubernur Ganjar Pranowo merekrutnya sebagai anggota. “Sultra tempat saya lahir adalah miniatur Indonesia. Semangat itu terpatri dalam jiwa dan akan terus digelorakan untuk menyebarkan semangat persatuan Indonesia. Sebagai pemuda, bangsa menitipkan kekayaan nusantara untuk terus dijaga hingga akhir hayat,” urainya.

Ia berharap, pemuda Indonesia khususnya di Sultra terus mencintai bangsa dengan segala kebhinekaannya. Menurutnya, tantangan saat ini ialah banyaknya ancaman dari gerakan radikal maupun ekstrimisme yang merongrong Pancasila. Baginya, Indonesia bukanlah sekadar gugusan pulau-pulau.

Lebih jauh dari itu, Indonesia ialah serpihan surga yang dititipkan Tuhan kepada pemuda dan seluruh penduduk yang hidup di dalamnya. “Tugas menjaga Indonesia adalah jihad terbaik dari seorang pemuda. Mari menjaga kebhinekaan agar kita mewariskan Indonesia sebagai pusaka, bukan petaka bagi anak cucu,” pungkasnya. (*/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top