Pariwara
Politik

105 Calon Anggota KPUD Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

UJI KELAYAKAN DAN KEPATUTAN : Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir (kanan) bersama Komisioner KPU Sultra, Iwan Rompo (kiri) sedang melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada salah seorang calon anggota KPUD di Claro Hotel, Kamis (13/8). FOTO: MARWAN ABIDIN/KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 105 calon anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten/kota se-Sultra mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan KPU Sultra, 13-15 September 2018. Hal itu dilakukan merujuk putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa jumlah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tingkat Kabupaten/Kota berjumlah lima orang. Atas dasar itu, KPU RI menginstruksikan untuk menyaring tujuh calon yang menduduki peringkat teratas.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir mengatakan komposisi komisioner kabupaten/kota akan digenapkan menjadi lima orang. Untuk itulah, pihaknya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan. Tujuh calon yang menempati peringkat teratas berhak mengikuti tahapan ini. Namun hanya dua yang akan dilantik, sementara lima calon lainnya akan masuk daftar tunggu atau pengganti antar waktu (PAW).

“Kewenangan kami hanya menguji. Hasilnya, nanti akan kita serahkan ke KPU RI. Nanti merekalah yang akan melakukan peringkatan dan penetapan (2 orang terpilih),” katanya ditemui saat jam istrahat uji kelayakan dan kepatutan di Claro Hotel, Kamis (13/8).

Untuk mensiasati jumlah peserta yang mencapai 105 orang, pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan dibagi dalam dua panel. Karena pelaksanaannya hanya sampai tanggal 15 September, ujiannya berlangsung mulai pagi hingga malam. Setiap calon akan diuji dengan durasi 20 menit. Di hari pertama, uji kelayakan dan kepatutuan diikuti oleh peserta dari Kota Kendari, Konsel, Konawe, Kolut, Bombana, Konut, Muna dan buton.

Dalam tahapan ini lanjut mantan Ketua KPU Kota Kendari ini, ada beberapa poin yang digali. Pertama, soal integritas, independensi, pengetahuan kepemiluan, wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan kemampuan komunikasi. Sebagai penyelenggara, komisioner tidak hanya memahami kepemiluan, namun juga mampu menjaga berintegritas agar proses Pemilu dapat dipercaya.

“Kepemimpinan yang bisa mengendalikan ad hoc, independensi, tidak terpengaruh atau intimidasi dari siapapun. Wawasan kebangsaan cinta NKRI, dan komunikasi mereka akan mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya. Sehingga, anggota KPU harus ada pada diri yang bersangkutan. Kami akan menilai berdasarkan kemampuan calon (tentang materi tersebut). Kami akan menggali pemahaman mereka, berdasarkan rekam jejak yang dimiliki,” jelasnya.jelasnya. (c/wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top