Pariwara
Metro Kendari

Sebelum Berangkat ke Papua Nugini, Ratusan Prajurit Yonif 725 Woroagi Latihan Pratugas Pamtas

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi saat memberikan pengarahan kepada ratusan personel prajurit Yonif 725 Wrg saat membuka latihan pra-tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI di Mako Yonif 725/Wrg, Rabu (12/9)

KENDARIPOS.CO.ID — Ratusan prajurit TNI Yonif 725 Woroagi mendapat kehormatan menjaga NKRI di wilayah perbatasan RI dan Papua Nugini (PNG). Sebelum terjun ke medan tugas, 450 personel Yonif 725 mengikuti latihan pra-tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG. Mereka akan mendapat materi pelatihan tempur dan nontempur dari 135 orang para pengendali, wasit, penilai, dan pendukung lainnya selama 12 hari.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi membuka latihan pra-tugas di Mako Yonif 725 Woroagi, Ranomeeto, Rabu (12/9). Kapenrem 143 Haluoleo (Ho) Mayor Inf Azwar Dinata mengatakan, Mayjen TNI Surawahadi memberikan arahan kepada prajurit agar latihan tersebut dapat meningkatkan dan menguji kemampuan Satgas Yonif 725 Woroagi dalam melaksanakan tugas Pamtas darat. “Sebelum bertugas, para prajurit Yonif 725 sudah memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam mengatasi permasalahan yang mungkin timbul di daerah penugasan,” ujar Azwar Dinata mengutip sambutan Mayjen TNI Surawahadi dalam apel kesiapan pratugas Pamtas, Rabu (12/9).

Prajurit Yonif 725, kata dia, harus mahir dan menguasai berbagai materi tempur dan nontempur yang diujikan baik pengetahuan tentang Hukum HAM, KUHP dan KUHAP, keimigrasian, kepabeanan/ Bea Cukai, SOP (Standard Operation Procedure) pemeriksaan dan penanganan pelintas batas, SOP penanganan illegal logging, illegal mining, human trafficking dan Narkoba. Para prajurit juga dituntut menguasai pemberdayaan masyarakat melalui industri rumah tangga, pendidikan bela negara, penyiapan tenaga pendidik SD dan SMP, penyuluhan pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, penyuluhan tentang batas negara.

“Pangdam meminta, Satgas senantiasa waspada dan tetap menjaga naluri dan disiplin tempur selama tugas operasi. Melihat materi yang akan diujikan maka materi tempur sangat sedikit dan sebaliknya materi nontempur, pembinaan teritorial dan intelijen adalah materi yang paling dominan,” kata Azwar. (p1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top