Pariwara
Ekonomi & Bisnis

OJK Temukan 182 Fintech Tanpa Izin

Ridhony Marisson

KENDARIPOS.CO.ID — Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi atau FintechPeer To Peer Lending tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat,” terang Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank OJK Sultra, Ridhony Marisson, Rabu (12/9).

Dengan temuan ini, jumlah peer to peer lending tidak berijin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi menjadi 407 entitas, setelah pada temuan sebelumnya Satgas menemukan 227 entitas peer to peer lending yang beroperasi tanpa izin OJK. Dua platform dari 227 aplikasi peer to peer lending tak berizin tersebut, telah mempunyai izin dan terdaftar di OJK yaitu Bizloan dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Kilat. Bizloan merupakan aplikasi milik dari PT Bank Commonwealth sedangkan KTA Kilat merupakan milik dari PT Pendanaan Teknologi Nusa.

Satgas Waspada Investasi meminta entitasFintech Peer-To-Peer Lending tersebut untuk menghentikan kegiatan Peer-To-Peer Lending, kemudian menghapus semua aplikasi penawaran pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi serta Menyelesaikan segala kewajiban kepada pengguna setelah itu segera mengajukan pendaftaran ke OJK.

Selain itu, kata Ridhony, saat ini juga sudah ada 5 fintech yang dicabut atau dibatalkan tanda terdaftarnya oleh OJK, yakni PT. Relasi Perdana Indonesia, PT Tunaiku Fintech Indonesia, PT. Dynamic Credit Asia, PT. Progo Puncak Group dan PT. Karopoto Teknologi Finansial, “Dari lima penyelenggara fintech ini, PT. Karapoto Teknologi Finansial salah satu fintech yang terditeksi beoperasi cukup masif di Sultra,” bebernya.

Modus operansi beberapa entitas illegal ini menggunakan sms, whatsapp, atau email secara bersinambungan sehingga masyarakat perlu hati-hati dan tidak sembarang menklik link yang tidak jelas dari smarphone atau handphone sehingga terhindar dari upaya masif promosi mereka dan kalau sudah tahu tidak terdaftar atau memiliki izin sebaiknya masyarakat berpikir ulang untuk menginvestasikan dananya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat Sultra untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut karena tidak berada di bawah pengawasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat,” tutupnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top