Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Bisa Atasi Gejolak Pelemahan Rupiah

Minot Purwahono

KENDARIPOS.CO.ID — Pelemahan nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) saat ini, yang menembus angka Rp15 ribu per Dollar AS, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sultra, Minot Purwahono, bisa diatasi dengan meningkatkan ekspor.

Menurut Minot, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelemahan nilai Rupiah, yaitu faktor eksternal dan internal. Pada faktor eksternal, pelemahan nilai Rupiah terhadap Dolar AS disebabkan nilai tukar Dolar yang melonjak tinggi. Sedangkan pada faktor internal, disebabkan pertumbuhan ekspor yang lambat, berbanding terbalik dengan pertumbuhan impor.

Lanjutnya, saat ini ekonomi Indonesia sedang menghadapi masalah. Terutama masalah defisit transaksi berjalan atau Current Acount Defisit (CAD) yang semakin memburuk. “Current Acount Defisit (CAD) kita saat ini sudah mencapai tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” ujarnya Jumat, (7/9).

Berdasarkan data yang dihimpun dari BI, menunjukkan adanya defisit transaksi berjalan pada kuartal kedua 2018 tercatat mencapai delapan milliar USD. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia terkena dampak melemahnya nilai Rupiah terhadap Dolar AS.

Ia pun menuturkan bahwa walaupun nilai tukar Rupiah melemah sampai dengan menembus angka kurang lebih Rp15 ribu per Dollar AS, ekonomi Indonesia saat ini memiliki kabar baik, yaitu membaiknya iklim investasi. Meskipun kondisi ini tidak ditopang dengan membaiknya ekspor.

“Sebagai masyarakat, kita harus saling bahu membahu dalam membantu pemerintah untuk menggenjot ekspor dengan mencintai produk lokal atau dalam negeri dan terus mendukung mengembangkan hasil karya anak bangsa,” tandasnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top