Pariwara
Nasional

Tak Bisa Ikut Tes CPNS 2018, Honorer Tenaga Administrasi Diabaikan

Setiawan Wangsaatmadja

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah akan merekrut CPNS 2018 sebanyak 238.015 orang. Itu di luar lulusan ikatan dinas yang mencapai 8.003 kursi. Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan formasi untuk honorer K2 (kategori dua) sebanyak 13.347 yang dinilai memenuhi persyaratan. Diketahui, total ada 438.390 orang honorer K2.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, honorer K2 masuk dalam formasi khusus. Sesuai data base, ada 438.590 honorer K2. Dari jumlah itu ada 157.210 guru, 86 dosen, tenaga kesehatan 6.091 orang, penyuluh 5.803 orang, dan administrasi 269.400. Namun, Setiawan menegaskan, tidak semuanya bisa diangkat PNS. Hanya honorer K2 yang memenuhi syarat saja bisa diangkat melalui seleksi CPNS.

“Jadi tidak bisa masuk semuanya. Yang bisa masuk itu honorer K2 dengan batasan usia di bawah 35 tahun. Di atas itu tidak bisa diangkat,” ujar Setiawan di Jakarta, Kamis (6/9). Dari hasil penyisiran, lanjutnya, yang memenuhi syarat hanya 13.347 orang. Terdiri dari 12.883 guru, tenaga kesehatan 464 orang, dan 5.000 penyuluh pertanian.

Menurut Setiawan, formasi khusus untuk honorer K2 hanya dibatasi pada tenaga guru dan kesehatan. Di luar itu tidak akan diangkat CPNS. “Kalau honorer tenaga administrasi tidak diakomodir (tak ikut tes CPNS), apalagi kalau usianya di atas 35 tahun,” jelasnya. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menambahkan, untuk honorer K2 dari tenaga penyuluh pertanian akan masuk di dalam formasi tenaga teknis lainnya. “Prinsipnya mereka semua harus ikuti tes. Tidak bisa diangkat otomatis,” ujarnya.

Kepastian jumlah kuota CPNS baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018 yang dilansir Rabu (5/9). Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan lima bidang prioritas kebutuhan pegawai. Yakni bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, jabatan fungsional, dan jabatan teknis lainnya.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir menjelaskan, di dalam Peraturan Menteri PAN-RB 36/2018 itu juga disebutkan bahwa ada 438.590 orang tenaga honorer K2. Selain berprofesi sebagai guru, tenaga honorer K2 juga di profesi tenaga kesehatan. Tahun ini rekrutmen CPNS baru terbagi dalam formasi umum dan khusus.

Untuk formasi khusus terdiri dari beberapa jenis. Yaitu lulusan cumlaude, penyandang disabilitas, putra/putri dari Papua dan Papua Barat, diaspora, olahragawan berprestasi internasional, dan tenaga pendidik serta tenaga kesehatan dari tenaga honorer K2. Meski ada alokasi untuk tenaga honorer, kriterianya sama dengan pelamar umum. Seperti tenaga honorer harus masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), usia maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018, dan aktif bekerja terus-menerus, untuk formasi guru wajib berijazah S1 yang diperoleh sebelum 3 November 2013. (wan/agm)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top