Pariwara
Metro Kendari

Slag Nikel Bisa Jadi Bahan Konstruksi, Pemprov Sultra Libatkan UHO Teliti Dampak Lingkungannya

GAGAS: Salah satu dosen UHO sedang memberikan paparan soal dampak lingkungan limbah slag nikel di Swiss Belhotel, Kamis (6/9). Foto: Elyn Ipo/Kendari Pos

KENDARIPS.CO.ID — Pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra menggagas pemanfaatan limbah slag nikel hasil tambang menjadi bahan baku konstruksi. Bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi (LPJKP) Sultra, Pemprov menggelar seminar ilmiah soal kelayakan limbah tersebut menjadi bahan konstruksi. Bila memenuhi syarat standar nasional kontruksi, maka akan memberikan keuntungan besar bagi provinsi. Sebab, Sultra memiliki sumber limbah yang memadai.

Ketua LPJKP Sultra, Buhardiman mengatakan, seminar itu dalam rangka menyatukan presepsi dari berbagai pihak terkait pemanfaatan limbah itu. Dia membenarkan, jika ide itu berangkat dari pemikiran melimpahnya slag nikel di Sultra, sementara pembangunan infrastruktur menjadi sektor prioritas pemerintah. “Selama ini, kita banyak menggunakan material dari Palu. Itu jauh sekali kalau harus dibawa ke Sultra. Padahal, kita punya juga,” ungkapnya, Kamis (6/9).

Menurutnya, Sultra memiliki deposit limbah slag nikel yang cukup besar. Misalnya, PT. Antam, PT. Morosi dan lainnya. Nah, limbah ini ternyata bisa dimanfaatkan, sehingga bagi kontraktor ini adalah peluang dan potensi. “Khusus kita orang PU, kita sudah ujicoba, dan hasilnya memang bisa digunakan sebagai bahan kontruksi, juga memenuhi standar nasional, baik itu untuk jalan maupun untuk jembatan,” tambahnya.

Hanya saja, untuk pemanfaatannya untuk publik diakuinya mesti ada kajian dari berbagai hal. Bilapun di sektor ke PU-an sudah layak, juga harus melihat sejauh mana dampak terhadap lingkungan hidup. Olehnya itu, dalam seminar ilmiah kemarin, pihaknya mengundang pakar dari ahli kimia, dari UHO, dari BLH untuk berdiskusi.

Masih kata Buhardiman, secara nasional memang belum ada yang menggunakan limbah itu untuk jalan umum. Akan tetapi beberapa perusahaan sudah menggunakannya khusus di lingkungannya. “Kalau secara resmi belum ada. ini litbang saja, baru penelitian, namun ada beberapa kontruksi jalan sudah dipakai misalnya di Antam tapi mungkin belum bisa diekpos secara masih ke pihak-pihak berkompeten,” tutupnya. (b/ely)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top