Pariwara
Ekonomi & Bisnis

BI Dukung Aunupe Jadi Desa Mandiri

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sultra Minot Purwahono menguraikan awal perkembangan Desa Aunupe tersebut. Katanya, saat BI masuk tahun 2015 sudah ada cikal bakal desa organik. Pada tahun 2015 BI bersama dengan seluluh jajaran dan petani di Konsel mulai melakukan pembinaan.

“Beberapa hal yang sudah kami lakukan untuk Desa Aunupe adalah penguatan kelembagaan, karena petani yang bersatu akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam hal produksi dan pemasaran. Kedua, kita melakukan pelatihan produksi, pemasaran dan penguatan kelembagaan termasuk pencatatan keuangan,” sebutnya.

Selanjutnya, pelatihan yang BI lakukan terfokus pada integrasi pertanian organik yang konsepnya zero waste. “Dengan menciptakan pupuk dari hasil ternak, dan pakan ternak dari limbah perkebunan. Karena seluruh bahannya sudah ada di sekitar desa ini. Tinggal bagaimana pembinaan kepada para petani sehingga bisa mengelola itu,” jelasnya.

Terkait LEM di Desa Aunupe, sambung Minot, sudah memiliki aset Rp 363 juta, keanggotaan juga meningkat dan modal dana simpanan mencapai Rp 13 juta. Pelatihan pemasaran dilakukan karena sayur adalah kebutuhan yang sangat mendasar dan dibutuhkan semua orang. Apalagi, sayur sering menjadi sumber inflasi. Olehnya, produksi perlu didorong dan dibenahi pemasaran agar petani bisa merasakan dampak positifnya.

“Kemitraan dengan Kota Kendari dapat dijajaki karena Kendari bukan sentra produksi sayur-sayuran. Kemitraan dapat dilakukan antara TPID Kota Kendari dengan TPID Kabupaten Konsel. Karena rantai distribusi sayur yang lebih pendek dapat membuat harga sayur lebih stabil dan fair,” jelasnya.

Meski demikian, syarat wajib dari seluruh kemitraan tersebut harus ada konsistensi kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang disepakati.
“Untuk kuantitas yang stabil dibutuhkan perencaanaan yang baik. Untuk kualitas perlu dilakukan sertifikasi organik,” imbuhnya.

Ditambahkan, melalui phasing out BI diharapkan Desa Aunupe sudah menjadi desa yang mandiri. Apalagi, Inovasi desa tersebut sangat baik. “Contohnya sudah ada pengembangan varian pepaya california, bisa mengembangkan pupuk cair dari urin ternak. Kedepan BI akan mendorong pengembangan tahap kedua, yaitu sisi pemasaran yang fokusnya bukan hanya di Sultra namun ke tingkat regional dengan menggunakan teknologi informasi yang modern,” pungkasnya. (Kam/b)

2 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top