Pariwara
Muna

Sambut Presiden, Bupati Muna Gelar Rakor

LAODE ALFIN/KENDARI POS
SAMBUT JOKOWI : Rakor yang digelar Pemkab Muna dalam rangka membahas persiapan kunjungan Presiden RI, Joko Widodo pada Oktober mendatang.

KENDARIPOS.CO.ID — Presiden RI, Joko Widodo hampir dipastikan akan berkunjung ke Muna. Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat sangat serius menunggu lawatan perdana presiden di Bumi Sowite tersebut. Dalam rangka menyambut kedatangan orang nomor satu di negeri ini, Bupati Muna, LM Rusman Emba menggelar rapat koordinasi bersama jajaran birokrasinya.

Dalam rapat tersebut, Rusman Emba menyiapkan sejumlah program strategis yang akan ditunjukkan pada Presiden. Nantinya, program strategis itu diupayakan akan mendapat perhatian serius dari negara. “Bapak Presiden sudah menyatakan kesediaannya berkunjung. Kalau tidak ada perubahan, Oktober. Makanya kami melakukan sejumlah persiapan, salah satunya menyiapkan program strategis,” katanya usai rapat koordinasi di ruang kerja Bupati Muna, Senin (3/9).

Rusman menyebut, ada empat program yang akan diajukan kepada Presiden. Program itu adalah kawasan industri terpadu, infrastruktur jembatan penghubung Muna-Konawe Selatan, pengembangan pariwisata dan tambang batu kapur. Lebih detail, mantan Ketua DPRD Sultra itu menjelaskan jika kawasan industri terpadu yang dimaksud ialah pengembangan peternakan sapi, pengembangan pertanian kopi dan budi daya perairan seperti lobster. Nantinya, Rusman akan meminta restu Presiden untuk membangun satu kawasan industri yang mengelola seluruh potensi tersebut.

“Tentunya ini menyangkut dukungan anggaran. Kami berharap Presiden bersedia mengakomodir di APBN,” paparnya. Untuk infrastruktur, Rusman mengaku fokus memperjuangkan pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna dan Pulau Sulawesi melalui daratan Konawe Selatan. Dalam perencanaannya, jembatan itu akan memiliki bentang panjang empat kilometer. Rusman mengungkapkan, infrastruktur jalan Tampo saat ini belum teraspal mulus karena salah satu penyebabnya karena jalur Trans Sulawesi hanya sampai ke Konsel. “Kalau jembatan itu jadi, Trans Sulawesi bisa mengakomodir Muna dan Buton,” urainya.

Sementara untuk program pengembangan pariwisata, Rusman mengaku akan mendorong percepatan pembangunan sarana pendukung. Ia menyebut, situs wisata yang dimiliki Muna seperti Towea, Liangkabori dan Meleura layak menjadi destinasi nasional. “Kalau ini masuk (destinasi nasional), masyarakat bisa menikmati perputaran uang yang dibawa wisatawan,” sambungnya.

Potensi lain yang juga disiapkan Rusman agar mendapat sokongan APBN ialah tambang batu kapur di Parigi, Tongkuno dan Kabawo. Ia menyebut, tiga kecamatan itu punya cadangan kapur hingga miliaran ton. “Pada prinsipnya, kalau Presiden sudah meninjau, maka peluang dapat investor akan sangat besar. Tetapi kebijakan tambang itu, Pemkab punya standar khusus yakni jangan sampai merusak lingkungan,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top