Pariwara
Politik

Rahmat Bagja : Kuliah Umum Sandiaga Uno Bukan Kampanye

Rahmat Bagja

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku tidak mempermasalahkan aktivitas kuliah umum yang dilakukan bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno di beberapa perguruan tinggi.

Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja menyebut pemberian edukasi oleh tokoh politik tidak ada salahnya. Selama di dalamnya tidak diselingi agenda kampanye. “Tapi kalau (minta) pilih saya, that’s problem,” ujar Bagja di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9).

Bagja meminta semua pihak untuk tidak selalu mempolitisasi apapun. Termasuk juga kuliah umum yang dilakukan tokoh politik. Pasalnya, kata dia, kalaupun Sandiaga terdaftar sebagai bakal calon. Semua akan resmi dikatakan berpolitik dan kampanye Pilpres 2019 jika sudah diumumkan KPU. “Ya dia (Sandiaga) memang bakal cawapres kan. Belum tentu nanti putusan KPU lolos apa tidak,” tukasnya.

Bakal Cawapres Sandiaga Uno keberatan jika kegiatannya di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) beberapa waktu lalu dianggap sebagai kampanye. Menurut Sandi dirinya diundang untuk memberikan pengalamannya sebagai pengusaha sukses kepada para mahasiswa baru UHAMKA.

Ia juga memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak menyinggung politik apalagi pilpres 2019. “Yang saya sampaikan itu adalah motivasi, bisa dibaca di transkrip,” kata Sandi kepada wartawan di Jakarta.

Lebih lanjut Sandi mengakui bahwa kampus dan tempat peribadatan bukan sarana yang dilarang untuk berkampanye. Namun jika yang disampaikan merupakan kebaikan dan tidak melanggar undang-undang dan ketentuan yang berlaku, kampus dan tempat peribadatan bisa saja didatangi oleh capres maupun cawapres.

Ia mencontohkan khotbah, tausiah dari bakal cawapres Joko Widodo Ma’ruf Amien di masjid. Menurutnya jika khotbah dan tausiah yang disampaikan tidak menyinggung politik praktis apalagi Pilpres 2019, hal yang dilakukan Ma’ruf tidak bisa dilarang karena memberikan kebaikan.

“Selama yang disampaikan itu kebenaran dan tidak melanggar undang-undang dan ketentuan yang berlaku, sudah sebaiknya harus diberi ruang, tempat, dan ukhuwah. Jangan menjatuhkan dengan pola tebang pilih,” pungkasnya. (nes/lov)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top