Space Iklan
Pariwara
Metro Kendari

Menilik Cara Kerja AirNav Kendari Mengatur Lalu Lintas Penerbangan, Kerja Profesional, Pesawat Zero Insiden

Selain terhubung langsung dengan semua pilot pesawat, AirNav Kendari juga memiliki jaringan komunikasi khusus dengan seluruh AirNav di Indonsia. Sebab, mereka ada dalam satu frekuensi suara. Setiap pesawat dari atau menuju ke Bandara Haluoleo itu sudah diketahui lebih awal oleh pihaknya melalui frekuensi khusus dimaksud. Semua pergerakakan pesawat di udara juga dalam pantauan AirNav. Di wilayah udara Kendari dengan ruang udara kurang lebih 100 mil dan tinggi 24.500 kaki, ada kurang lebih 50 pesawat yang melintasinya setiap hari. Bayangkan saja kalau tidak ada orang yang mengatur pergerakan pesawat itu di udara. “Misalnya pesawat dari Ambon mau ke Makasar, itu lewat sini, dan kita yang arahkan dia harus terbang di ketinggian berapa. Itu untuk memastikan jalur keselamatannya dengan pesawat lain,” katanya.

Ruang controller AirNav itu kata tidak bisa kosong selama ada pergerakan pesawat di wilayahnya. Minimal ada dua petugas yang stand by di ruangan itu. “Saya kebelet pipis pun kalau masih ada pesawat yang melintasi wilayah udara Kendari, tak bisa tinggalkan. Fokus di depan sistim informasi ini, karena kalau lalai 1 atau 2 detik saja mengatur pesawat itu mengancam nyawa. Sebab, bisa tabrakan pesawat, jadi di sini tak boleh kosong,” cerita Iman Sujaya.

Sistim kerja AirNav memang jarang diketahui khayalak. Meskipun perannya begitu vital. Di AirNav Kendari ada 14 personil yang bertugas. Mereka terbagi dua unit kerja dan diisi dengan orang-orang profesional di bidang kenavigasian itu. Setiap unit kerja itu dibagi pula dalam dua shif. Ada yang masuk pagi kemudian gantian di siang harinya. “Semacam saya hari ini (senin,red), tadi masuk jam 7 pagi, nanti istrahatnya jam 2 dan diganti shif berikutnya sampai penerbangan terakhir malam hari, ”ucapnya.

Dari pantauan langsung Kendari Pos, aktvitas kenavigasian itu cukup sibuk. Butuh fokus tinggi untuk tetap memantau penerbangan. Hampir setiap saat ada suara terdengar dari alat-alat komunikasi dalam ruang kerja itu. Mulai dari radio, telepon, dan sebagainya. Iman Sujaya sendiri tampak sibuk mencatat waktu-waktu pesawat meninggalkan bandara dan prediksi waktu pesawat masuk berikutnya.Berkat kerja profesional mereka, sehingga sejauh ini pesawat di Sultra zero insiden. “Dalam sistim navigasi, ada waktu yang kami gunakan dan sama seluruh dunia. Bahasa dan istilahnya pun sama seluruh dunia. Jadi, mau pilot Arab, Cina atau Amerika kalau komunikasi, satu bahasa digunakan yaitu bahasa Inggris dengan beberapa istilah khusus,” jelasnya lagi.

2 of 3

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top