Pariwara
Metro Kendari

Menilik Cara Kerja AirNav Kendari Mengatur Lalu Lintas Penerbangan, Kerja Profesional, Pesawat Zero Insiden

SIBUK: Petugas AirNav Kendari memperlihatkan kesibukan lalu lintas udara di atas langit Kendari, Sabtu (1/9). Tercatat, ada 50 pesawat melintas setiap hari. Berkat kerja petugas AirNav yang disiplin dan profesional, sehingga kecelakaan di udara bisa dihindari (zero insiden). Foto: Elyn Ipo/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam urusan penerbangan, masyarakat umum hanya mengenal bandara, pesawat, pramugari dan pilotnya saja. Hanya sedikit yang tahu jika untuk memastikan keselamatan setiap penerbangan diatur oleh satu unit khusus yang sangat vital. Bahkan, lalai satu detik saja bisa mengancam nyawa ratusan penumpang pesawat. Unit khusus itu bernama AirNav Indonesia. Kerja profesional mereka, sehingga pesawat zero insiden.

Sebuah tower kecil di kawasan Bandara Haluoleo Kendari tampak seperti bangunan biasa. Tak ada yang istimewa dari gedung bundar dengan konstruksi empat lantai itu. Ukurannya kecil dan warnanya tak mencolok membuat setiap orang yang melempar pandangan kearahnya tak menyimpan rasa penasaran. Itu hanya sebuah tower usang, jika dilihat dari kejauhan. Namun siapa yang mengira, jika dibalik gedung biasa itulah keselamatan angkutan manusia lewat udara dipertaruhkan. Dari sana, semua pergerakan pesawat di udara maupun di landasan dikendalikan. Pilot tak bisa menginjak pedal rem pesawat sebelum mendapat arahan, dimana dia harus menghentikan pesawat.

Demikian juga saat hendak lepas landas, semuanya harus melalui restu dari petugas AirNav yang berada dalam gedung tersebut. “Mau bergerak ke depan, mau push back, itu semuanya dikomando dari sini. Misalnya, sekarang (senin, red) ada pesawat Lion sebentar lagi mau landing, sementara di depan sana ada Garuda. Nah, Garuda-nya kita suruh mundur dulu, kalau tidak pasti tabrakan,” jelas Iman Sujaya, Manager Operasi AirNav Indonesia Cabang Kendari sambil menunjuk ke arah landasan pacu Bandara Haluoleo Kendari dimana ada sejumlah pesawat yang sedang beroperasi. Bukan hanya pesawat, pergerakan barang ataupun orang di dalam kawasan landasan pacu juga dalam kendali AirNav. Sebagai contoh ada revitalisasi bandara aktif, maka setiap pergerakan mobil angkutan material juga harus seizin petugas. “Jangan sampai mobil atau alat berat bergerak sementara ada pesawat masuk,” terangnya.

Termasuk juga soal pengendalian pesawat saat terjadi cuaca buruk. AirNav akan menunda pendaratan pesawat bila kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk landing. Sebab, ada jarak pandang minimal yang harus mampu dilihat oleh pilot untuk bisa dikatakan dalam posisi aman untuk turun dari udara. “Jarak pandangnya itu standar 2.500 meter, kalau ada kabut atau cuaca buruk yang menghalangi, demi keselamatan dan keamanan kita tunda dulu. Bahkan, bisa saja kita perintahkan untuk kembali ke bandara asal. Karena di sini bukan waktu landing yang diperhitungkan tapi keselamatan penumpang yang utama,” paparnya.

Untuk itu, kalau delay atau ada keterlambatan penerbangan, jangan diartikan sebagai kelalaian maskapai. Tetapi itu berkaitan dengan keselamatan penerbangan. “Yang memutuskan pesawat delay bukan kami tapi pihak maskapainya. Tugas kami hanya mengatur pesawat saja,” sambungnya.

1 of 3

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top