Pariwara
HEADLINE NEWS

Dikenal Sosok Penyayang, Brigadir Muh Fathurrahman Dimakamkan di Lasusua, Pelaku Terancam Dipecat

JENAZAH: Jenazah Brigadir dua Muh Fathurrahman tiba di rumah orang tuanya, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara sekira pukul 16.57 Wita, kemarin. Usai disalatkan, almarhum dimakamkan di Kelurahan Indewe Timur, Kecamatan Lasusua. Foto: Muh. Rusli/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Jenazah Brigadir dua Muh Fathurrahman tiba di rumah orang tuanya, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua pukul 16.57 wita, Senin (3/9).Anggota polisi yang bertugas di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) ini disambut kakak tertuanya, Bribda Syafaat Ismail di tepian jalan, depan kediamannya sembari berurai air mata. Ibu serta adik almarhum yang masih duduk di bangku SMP juga tak henti menangis.

Saat jenazah dikeluarkan dari ambulans dan digotong menuju rumah, ibunya tak kuasa menahan tangis. Terlihat, saat digotong, masih ada rembesan darah dari dalam keranda. Hal itu disebabkan, pemuda yang tercatat baru enam bulan dinas di Polda Sultra itu baru saja diotopsi sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, Kolaka Utara (Kolut).

Dalam suasana duka itu, hadir sejumlah pejabat Polres Kolut serta jajaran pemerintah termasuk Bupati Nur Rahman Umar. Jenazah Fathur–sapaan akrabnya disalatkan sekira pukul 17.44 Wita. Setelah itu, dilakukan upacara pelepasan ala Kepolisian oleh jajaran Polres Kolut pukul 17.50 wita, untuk selanjutnya di bawa menuju pembaringan terakhirnya, di pemakaman umum, Kelurahan Indewe Timur, Kecamatan Lasusua.

Meski sudah tiada, namun banyak kenangan yang sulit dilupakan dari pria kelahiran 1997 itu. Semasa hidup, Fathur dikenal sebagai sosok penyayang dan sangat hormat pada ibunya. Kakak kandungnya, Bribda Syafaat Ismail mengakui hal itu. Makanya, kematian adiknya tersebut membuat mereka sangat terpukul dan kehilangan. “Kami benar-benar sangat kehilangan,” ujarnya.

Syafaat Ismail dan keluarga mendapat telepon dari rekan Fathur di Kendari Senin dini hari (3/8), sekira pukul 02.00 Wita. Mereka infokan kalau Fathur sedang terbaring kritis di rumah sakit. Lantaran tidak langsung percaya informasi tersebut, Ismail mencoba kembali menghubungi rekan seangkatannya di Kendari. Tapi info yang didapatkan lebih menyesakkan dada. Adiknya sudah menghembuskan nafas terakhir. “Dapat info itu, keluarga langsung menuju Kendari,” jelasnya.

Meninggalnya Brigadir dua Muh Fathurrahman Ismail akibat dihajar seniornya. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart mengatakan, insiden ini terjadi di barak Dalmas Polda Sultra pada Senin (3/9) dini hari. Menurut dia, korban diduga dianiaya dua seniornya, dari angkatan 40 Bripda ZA dan dari angkatan 41 Bripda F. Sementara korban adalah Bintara Remaja Polda Sultra angkatan 42.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top