Pariwara
Edukasi

Dewan Guru Besar UHO, Terapkan Pemanfaatan Toga

Dewan Guru Besar
Foto bersama siswa-siswi SD setelah melakukan penyuluhan PHBS dan Apoteker Cilik oleh Mahasiswa KKN Tematik, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Maraknya kampanye back to nature khususnya bidang kesehatan, dikaji serius oleh Dewan Guru Besar Universitas Halu Oleo (UHO) yang diketuai Prof. Dr. Sahidin, M.Si., dan anggotanya, yaitu Prof.Dr. H. Murdjani Kamaluddin, M.Si, Prof. Dr. H. Suaib, M.Sc. Agric. dan Wahyuni, M.Si, Apt. Melalui kerja sama dengan Fakultas Farmasi UHO mengadakan Pengabdian masyarakat yang terintegrasi KKN Tematik dengan tema “Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Pemanfaatannya Sebagai Penunjang Kesehatan Masyarakat” di Desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan tanggal 27 Juli sampai dengan 26 Agustus 2018 yang lalu.

Ketua Dewan Guru Besar UHO, Prof. Dr. Sahidin, M.Si., mengatakan, kegiatan ini didasari oleh penggunaan obat tradisional secara luas di berbagai lapisan masyarakat, baik itu di desa maupun di kota yang dapat diamati dari maraknya produk-produk berbahan herbal yang beredar di pasaran, namun data tentang alasan dan latar belakang masyarakat memilih menggunakan obat tradisional masih sedikit.

“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam rangka memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (Toga) sebgai obat tradisonal,” ujar Sahidin, Minggu (2/9). Lanjut Sahidin, pihaknya sengaja mengambil lokasi di Desa Sindang Kasih yang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Ranomeeto karena desa tersebut memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 473 kepala keluarga, yang terdiri dari 1693 jiwa.

“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapakan mampu mengoptimalkan pemanfaatan hasil bumi khususnya tanaman yang memiliki potensi pengobatan dalam menjadi produk kesehatan dalam skala kecil dengan nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Sahidin.  Untuk mendukung keberhasilan kegiatan ini, lanjut Sahidin, sebanyak 15 mahasiswa juga dilibatkan dalam program KKN Tematik ini. Mahasiswa yang turut andil dalam berbagai program berasal dari lintas disiplin ilmu yakni Farmasi, Kimia dan Pertanian. Pembukaan lahan untuk penanaman Toga merupakan program inti yang melibatkan masyarakat sekitar, dosen pembimbing dan mahasiswa.

“Sebanyak 40 jenis Toga berhasil ditanam di lahan yang diberikan oleh masyarakat. Selain itu, dilakukan juga program tambahan sebagai pendukung kegiatan ini, antara lain, sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) dan pemanfaatan Toga untuk pengobatan mandiri yang dilakukan oleh Tim Dosen Fakultas Farmasi UHO, Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sosialisasi Apoteker Cilik di sekolah-sekolah, penyuluhan Narkoba di sekolah serta sosialisasi pemilihan kosmetik yang benar dan pelatihan pembuatan kosmetik serta minuman kesehatan berbahan dasar Toga,” bebernya.

Sahidin menambahkan, dengan adanya kegiatan pendukung ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal pemanfaatan Toga sebagai obat tradisional meliputi pengolahan pasca panen hingga dapat menghasilkan bahan berkualitas untuk membuat produk sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sehingga dapat dihasilkan produk kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan khasiatnya.

“Selain itu, dari sisi ekonomi dapat dipertimbangkan sebagai potensi usaha baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” pungkas Mantan Dekan Farmasi UHO ini. (ags/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top