Pariwara
Nasional

KPK Dalami Pertemuan ‘Segitiga’ Eni Saragih

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1 yang menjerat sejumlah pihak. Salah satunya terkait pertemuan ‘segitiga’ antara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir dan pemegang saham Blackgold Natural Resource Limited, Johannes Budi Sutrisno Kotjo.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Eny usai menjalani pemeriksaan. “Hari ini (jumat,red) saya diperiksa sebagai tersangka, materi pemeriksaan itu pendalaman dari pertemuan-pertemuan antara saya dengan Pak Sofyan Basir dan Pak Johannes Kotjo,” kata Eni usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

Eni mengaku pertemuan tersebut untuk membahas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. “Ya pertemuan itu memang ada,” ungkapnya. Namun, mantan politikus Golkar ini enggan menjelaskan secara detail soal isi pertemuan yang membahas proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt tersebut. Bahkan saat ditanya mengenai dikenalkannya Eni dengan Johannes Kotjo oleh mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Eni pun mengelaknya. “Saya sudah sampaikan semua di penyidik,” jelas Eni.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragi, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan mantan Menteri Sosial, Idrus Marham.? Diketahui, KPK tengah mendalami dugaan kongkalingkong pihak PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan petinggi PT PLN, Sofyan Basir terkait pembahasan proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Salah satunya terkait penunjukan langsung perusahaan Blackgold Natural Resources Limited menjadi anggota konsorsium yang menggarap proyek tersebut. Dalam proses perjalanan proyek ini, diduga PT PLN melalui anak usahanya yakni PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menunjuk perusahaan Blackgold Natural Resources Limited untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-I. Selain Blackgold dan PT PJB, perusahaan lain yang terlibat dalam konsorsium ini yaitu China Huadian Engineering dan PT PLN Batu Bara.

KPK mengendus adanya peran Eni, Idrus Marham yang saat itu menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar dan Sofyan Basir, untuk memuluskan Blackgold masuk konsorsium proyek ini. Proyek pembangunan PLTU Riau-I ini merupakan bagian dari program tenaga listrik 35 ribu Megawatt (MW) yang didorong oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pemerintah menargetkan PLTU Riau-I bisa beroperasi pada 2020/2021. (rdw/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top