Pariwara
HEADLINE NEWS

Delapan Daerah di Sultra Rawan Kebakaran Hutan

KENDARIPOS.CO.ID — Delapan daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) rawan kebakaran hutan. Daerah tersebut adalah Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, dan Kabupaten Muna. Detail lokasinya lihat grafis. Data tersebut didapatkan dari hasil pantauan satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Informasi tentang daerah yang rawan kebakaran hutan itu dibenarkan Kepala Dinas Kehutanan Sultra, Subandriyo. Menurutnya, dari delapan kabupaten itu, terdapat 27 spot fungsi kawasan hutan yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan. “Selain terus memantau perkembangannya, kami juga imbau seluruh pemerintah daerah untuk lakukan antisipasi,” ungkap Subandriyo, Jumat (31/8).

Dirinya mengakui, memasuki musim kemarau ini, potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius. Pihaknya juga terus melakukan deteksi dini supaya mengantisipasi hal itu. “Tapi memang butuh dukungan dari pemda dan masyarakat. Harus ada komitmen bersama supaya tidak melakukan pembakaran hutan,” harapnya.

Tak hanya mengimbau pemda, pria berkacamata ini mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Kalau semua bisa saling menjaga untuk mencegah kebakaran hutan, maka bisa diantisipasi. “Prediksi BMKG, musim kemarau berlangsung Agustus-Desember. Dalam fase ini, kita harus terus bekerja keras untuk memantau titik-titik api tersebut,” jelasnya.

Kebakaran hutan, lanjut dia, memang tidak hanya disebabkan kelalaian manusia, tapi ada juga faktor alam. Misalnya, karena sambaran petir, gesekan antar pohon yang menimbulkan percikan api hingga suhu tinggi akibat kemarau.

Namun paling banyak kejadian kata dia, karena faktor manusia. Misalnya, membakar hutan dengan sengaja untuk membuka lahan baru. Membuang rokok sembarangan di hutan dan sebagainya. “Makanya, kewaspadaan harus ditingkatkan. Koordinasi dengan KPH dan lainnya harus ditingkatkan,” katanya.

Lebih berbahaya, lanjut dia, karena kebanyakan titik rawan kebakaran berada di kawasan hutan konservasi hingga hutan produksi. Misalnya di Bombana, terdapat empat kawasan hutan konservasi, satu hutan produksi, satu hutan produksi terbatas.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top