Pariwara
Nasional

Sudah 201 Jamaah Haji Wafat di Arab Saudi, Usai Fase Armina, Jamaah Diminta Jaga Kesehatan

SAKIT: Salah seorang jamaah haji asal Sultra sedang mendapat perawatan intensif dari tim kesehatan haji. Dia menderita sesak napas dan kelelahan usai menjalani proses haji di Armina. Foto: Kemenag Sultra For Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sudah 201 jamaah haji asal Indonesia meninggal di Arab Saudi hingga hari ketiga pemulangan di tanah air. Satu diantaranya berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi tersebut berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Kamis (30/8) .

Total jamaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi sebanyak 203.351 orang. Untuk diketahui, jumlah jamaah haji meninggal pada 2017 sebanyak 657 orang. Turunnya angka jamaah haji yang meninggal pada tahun ini disebabkan pengetatan seleksi haji yang dilakukan tim kesehatan.

Dari jumlah itu, jamaah haji yang masih menjalani perawatan sebanyak 246 orang. Perawatan dilakukan di klinik kesehatan yang ada di Makkah maupun rumah sakit-rumah sakit di sekitar Makkah yang menjadi tempat rujukan.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Nirwan Satria mengatakan, jamaah haji tak boleh eufuoria meski sudah melaksanakan seluruh prosesi ibadah haji. Saat ini jamaah harus fokus pada pemulangan, tak boleh memforsir energi.

“Ada kecenderungan, jamaah itu merasa karena sudah haji lalu melakukan umrah terus. Lalu tidak menjaga kesehatan. Seharusnya sudah fokus saja pada pemulangan,” ujar Nirwan, Kamis (30/8).

Saat ini, tahapan penyelenggaraan ibadah haji sudah sampai ke tahap pemulangan jemaah. Jamaah gelombang pertama diberangkatkan dari Makkah langsung ke Indonesia via bandara Jeddah. Adapun gelombang kedua akan meninggalkan Makkah mulai 31 Agustus, ke Madinah delapan hari, barulah kemudian bertolak pulang ke Tanah Air.

Sementara itu, jamaah haji gelombang kedua yang akan melaksanakan ibadah arbain di Masjid Nabawi, Madinah diimbau untuk menjaga kesehatan. Dikarenakan, banyak jamaah yang diduga telah kelelahan setelah menjalankan puncak ibadah haji Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armina) beberapa waktu yang lalu. “Jamaah kelelahan karena telah menjalani fase Armina yang dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah sakit,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah, Indro Murwoko.

Dia memperkirakan, jumlah jamaah haji yang datang ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan lebih banyak dibanding gelombang pertama yang lalu. Indro mengatakan, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan telah membuat rencana mengantisipasi kedatangan gelombang kedua.

“Di antaranya, kami akan memperkuat kordinasi dengan daker untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan nonmedis,” ucapnya. Selain itu, lanjut Indro, petugas kesehatan juga akan mengevaluasi pola rujukan pasien dari kloter dan sektor ke KKHI dan rumah sakit Arab Saudi. “Ini untuk mengantisipasi kapasitas KKHI Madinah,” imbuhnya. (wan/jpc)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top