Pariwara
Konawe Selatan

Warga Konsel Makin Tangguh Tangani Banjir

KAMALUDDIN/KENDARI POS
SIAGA BENCANA : Suasana evaluasi program API-PRB di Konawe Selatan yang dihadiri Sekretaris Kabupaten, H. Sjarif Sajang (kedua dari kanan, depan), rabu(29/8)

KENDARIPOS.CO.ID — Program adaptasi perubahan iklim dan ketangguhan (APIK) yang didanai United States Agency International Development (USAID), berikan dampak positif bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) dan masyarakatnya. Itu terungkap dalam pertemuan kelompok kerja adaptasi perubahan iklim dan pengurangam resiko bencana (API-PRB) yang berlangsung di aula DPMD Konsel, Rabu (29/8).

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konsel, H. Sjarif Sajang usai membuka rapat evaluasi program API-PRB mengungkapkan, tingkat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim terus meningkat. “Itu dilihat dari hasil presentasi pihak USAID baru-baru ini. Ketangguhan masyarakat menghadapi bencana banjir mencapai 60 persen. Dibuktikan dengan pascabanjir melanda 15 kecamatan, tingkat kesiapsiagaan masyarakat Konsel cukup tinggi,” ungkapnya, rabu (29/8).

Upaya ketanggguhan itu juga tidak terlepas dari kerja sama dari pihak APIK dengan menggelar simulasi ketangguhan bencana pada beberapa wilayah rawan banjir. “Karena jauh sebelum banjir, masyarakat sudah dibekali dan diberi pembelajaran. Sehingga mereka bisa menanggulangi ketika terjadi bencana apa saja yang harus dilakukan. Saat ini tingkat kerawanan banjir berada pada 2,6 persen atau kategori sedang,” jelas Sjarif Sajang.

Meski demikian, mantan Kadis Perhubungan Kota Kendari itu berharap, ke depan agar selalu tercipta kerja sama yang baik dari semua pihak, pemerintah dan masyarakat. “Kita harapkan pihak Bappeda selaku perencana dan BPBD maupun masyarakat agar terus mendukung program APIK ini. Agar ke depan, tingkat kerawanan bencana bisa menurun. Ini juga selaras dengan visi misi Pemkab yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bisa terbebas dari kerawanan banjir,” harapanya.

Sementara itu, Perwakilan APIK, Putu Mardika, menambahkan, selain memberikan sosialisasi ketangguhan terhadap perubahan iklim, pihaknya juga telah mendorong pertanian masyarakat dalam meningkatkan produksi jagung. “Kita juga menfasilitasi sekolah ketangguhan pertanian terhadap perubahan iklim ini, khusus komoditas jagung. Jadi ini yang kita sudah lakukan selama kurun waktu dua tahun. Seperti yang dirasakan petani jagung di wilayah Kecamatan Laeya. Meski menghadapi perubahan iklim, petani bisa beradaptasi, dan produksi jagung terus meningkat,” timpalnya. (c/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top