Pariwara
Bombana

Oknum Dishub Bombana Diduga Salahgunakan Wewenang

Andi Abdullah

KENDARIPOS.CO.ID — Dugaan praktik pungutan liar (Pungli) yang dialamatkan pada oknum di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana, diakui terjadi. Kabid LLAJ pada Dishub Bombana, Andi Abdullah menduga, ada oknum di bidangnya yang menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan tindakan Pungli dengan mengutip retribusi, dua kali lipat dari besaran yang ditentukan.

“Saya sangat kaget dengan tuduhan Pungli itu. Saya telah memastikan tuduhan Pungli pada kami tidak betul. Karena saat operasi pengawasan yang dilakukan di Poleang Barat, saya tidak berada di tempat,” jelasnya. Ia mengungkapkan, ada dua kegiatan yang pernah dilakukan tahun 2018 ini. Pertama pada tanggal 5-7 Juli 2018 di wilayah Rumbia. “Waktu itu saya tidak ada di tempat, karena izin ke Sulawesi Selatan. Kedua pada tanggal 6-8 Agustus 2018, pengawasan di wilayah Poleang dan pemekarannya. Ketika itu saya juga tidak tahu aktivitas pengawasan yang dilakukan anggota. Saat itu saya sempat ditelepon bahwa ada perintah Kadis melalui SPT. Saya bilang silahkan, asal sesuai aturan,” sambungnya.

Ia menduga, operasi saat itu tidak prosedural karena SPT dikeluarkan tanpa paraf darinya selaku pejabat teknis. Apalagi setelah mendengar kabar atas dugaan Pungli, ia memprediksi ada oknum yang telah menyalahi peraturan daerah (Perda) nomor 15 tahun 2013. Sebab, dalam proses pengawasan, mereka tidak melibatkan pihak kepolisian atau penyidik sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009.

“Ini kita belum bicara soal mekanisme penerbitan kartu pengawasan angkutan barang (KPAB). Kita harus pahami regulasi yang ada. Salah seorang sopir bernama Yudi saja tidak melihat pihak kepolisian saat proses pengawasan. Makanya peluang adanya Pungli bisa saja terjadi, karena tidak ada pengawasan ketat,” ungkap Andi Abdullah.

Jika mengikuti prosedur berdasarkan KPAB yang dikeluarkan, maka operasi itu telah menyalahi aturan. Parahnya lagi, terdengar ada pengutipan retribusi dua kali lipat, dari target pungutan Rp 75 ribu menjadi Rp 150 ribu. Ia berharap, tim yang dibentuk Kadishub Bombana, Syahrul, untuk mencari oknum nakal tersebut segera terwujud. “Saya sangat dukung bila akan dibentuk dan siap bantu. Karena kalau dibiarkan mereka akan semakin leluasa melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,” jawabnya. (c/kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top