Pariwara
Kolaka Timur

Genjot Sektor Pertanian, Bupati Koltim Tingkatkan Produksi Kakao

SUPPORT PETANI KAKAO: Bupati Koltim, H. Tony Herbiansyah (ketiga dari kanan) didampingi sejumlah kepala SKPD turun langsung meninjau pilot project kakao nasional di Desa Puudokulo, Kecamatan Aere. Kunjungan kerja ini sekaligus memotivasi petani. Foto: Kusdin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Kolaka Timur (Koltim) belum lama ini ditetapkan sebagai pilot project pengembangan kakao nasional. Bupati Koltim, Tony Herbiansyah menyambut positif kepercayaan pemerintah pusat, melalui Dirjen Perkebunan tersebut. Sebab, menurutnya, program itu sinergi dan mendukung visinya: Agrobisnis Berdaya Saing.

Tony berjanji akan meningkatkan produkdi kakao. Dia menegaskan sangat mendukung program dan kepercayaan pemerintah pusat tersebut. “Tanaman kakao akan digantikan dengan bibit kakao yang paling baik. Kita ingin kembalikan kejayaan kakao di masa lalu. Alhamdulillah, tahun ini Koltim dijadikan sebagai pilot projek pengembangan kakao nasional. Pemkab sangat mendukung dan antusias masyarakat juga baik,” kata Tony Herbiansyah, Selasa (28/8).

Ketua DPW NasDem Sultra ini menambahkan, file projek kakao yang ditetapkan Dirjen Hortikultura di Koltim untuk membantu petani mengembalikan kejayaan kakao. “Makanya, kita harus dukung. Saat ini, kita fokus dulu peremajaan kakao supaya lebih produktif lagi,” jelasnya.

Lebih jauh mantan Kepala BKD Sultra ini menjelaskan, dirinya siap mengemban dan mensukseskan program kementerian untuk mengembalikan kejayaan kakao. Apalagi dalam penentuan di seluruh Indonesia hanya Koltim menjadi perwakilan pusat pengembangan kakao nomor satu.

“Saya sangat bersyukur Kementan menempatkan Koltim sebagai pilot project pengembangan kakao di Indonesia. Kami sangat mensupport dan mendukung full kehadiran program ini. Petani juga sangat antusias untuk menanam kakao dan merehabilitasi kakao mereka,” ungkapnya.

Masih menurut Tony, saat ini yang telah dibibitkan ada sekitar 25 ribu pohon kakao untuk petani yang merehabilitasi kakaonya. Juga ada 71 ribu lahan petani kakao yang produktif, tapi sekitar 50 persen kakaonya harus segera direhabilitasi secara bertahap. “Secara otomatis petani akan merasakan manfaat yang cukup besar dari adanya program ini,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk mendukung suksesnya Koltim sebagai pilot project kakao nasional, kini telah terbentuk 22 Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM). Di mana organisasi kemasyarakatan ini sangat baik dan bisa terarah dalam mengelola pertanian khususnya kakao.

“Saya minta kepada pengurus LEM lebih maksimalkan potensi pertanian yang ada. Berikan masukan kepada pemkab atau dinas teknis yang menanganinya. Saya harap sinergi antara pemkab, masyarakat dan pemerintah pusat bisa sejalan untuk mengembalikan kejayaan kakao. Mudah-mudahan kunjungan Dirjen Hortikultura menambah spirit dalam bekerja dalam mewujudkan kesejahteraan petani di Koltim,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis Pertanian, Lasky Paemba mengaku, saat ini pilot project sudah sampai tahap pembongkaran tanaman yang sudah tidak produktif lagi atau tanaman kakao berumur tua. “Kita akan genjot mulai persiapkan lahan setiap lokasi pilot project kakao ini. Kami harapkan bisa menjadi contoh pengembangan kakao di Indonesia, dan khususnya di Sultra,” imbuhnya. (b/kus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top