Pariwara
Nasional

Dugaan Kasus Suap PLTU Riau 1, Berpotensi Ada Tambahan Tersangka

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau 1 telah menyeret dua politikus Partai Golkar. Selain mantan Sekjen Idrus Marham, juga Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. KPK kini mendalami kemungkinan adanya aliran uang ke partai berlambang pohon beringin itu. Komisioner KPK Basaria Panjaitan tidak menampik upaya lembaganya tersebut. Sebab, posisi Idrus Marham saat itu adalah pelaksanan tugas (Plt) ketua umum Partai Golkar. Dia ditunjuk sebagai Plt setelah Setya Novanto, ketua umum kala itu, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. “Bisa saja, tapi kami harus buktikan dulu. Belum sekarang,” kata Basaria, Minggu (26/8).

Soal kemungkinan tokoh lain yang terlibat, KPK juga terus menelisik. KPK tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menguatkan hal tersebut. “Anggota DPR lain atau pihak lainnya nanti dibuka saat persidangan,” terangnya. Menurut dia, dalam kasus dengan skala semacam ini, tentu sulit untuk diatur hanya dua orang, Idrus dan Eni Maulani.

Mengenai adanya informasi mengenai keterlibatan Setya Novanto, Maqdir Ismail, pengacara Setnov, belum bersedia memberikan keterangan. “Mohon maaf, saya tidak tahu adanya informasi itu,” kata pengacara alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut.

Dijadikannya Idrus dan Eni sebagai tersangka oleh KPK menambah panjang daftar politikus Partai Golkar yang terlibat kasus korupsi. Pada 2002 publik di buat heboh dengan penetapan Akbar Tandjung sebagai tersangka kasus penyelewengan dana nonbujeter Bulog. Akbar akhirnya bebas murni.

Beberapa petinggi Partai Golkar yang pernah terjerat kasus korupsi, antara lain, Nurdin Halid, Paskah Suzetta, Fayakhun Andriadi, dan Setya Novanto. Di level daerah ada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Wasekjen DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman memastikan bahwa penetapan Idrus sebagai tersangka tidak akan berdampak pada internal partai. Kondisinya sama seperti perkara-perkara sebelumnya yang dikaitkan dengan petinggi Partai Golkar. “Golkar adalah partai yang bergerak karena sistem,” terangnya saat dimintai konfirmasi tadi malam terkait sejumlah petinggi partai itu yang terjerat korupsi.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top