Pariwara
Bombana

Sistem Jarwo Tingkatkan Produksi Padi di Bombana

Hj. Andi Nur Alam

KENDARIPOS.CO.ID — Sistem jajar legowo (Jarwo) dalam tata penanaman padi diperkenalkan pihak Dinas Pertanian Bombana pada warga. Pola Jarwo tersebut diyakini mampu menopang gerakan peningkatan produksi padi sawah irigasi (GP3SI) di otorita kendali Bupati, H. Tafdil. Diklaim, ada sejumlah manfaat jika menerapkan sistem Jarwo. Produksi padi bisa meningkat 30 hingga 40 persen dan mempermudah perawatan serta mengurangi hama penyakit.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Hj. Andi Nur Alam, menjelaskan, penerapan sistem Jarwo dilakukan dengan cara menanam padi dalam beberapa baris, diselingi satu deret kosong. Baris tanaman dan ruang kosong itulah yang disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam tiap unit maka disebut legowo 2:1. Sementara bila empat baris tanam perunit, disebut legowo 4:1 dan seterusnya. “Melalui sistem ini produktivitas padi pada lahan sawah irigasi di Bombana akan semakin meningkat, jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. GP3SI sebagai inovasi percepatan produktivitas padi di daerah ini ditargetkan 1.000 hektare lahan. Langkah ini tepat untuk proses optimalisasi hingga mencapai beberapa kali lipat dari hasil sebelumnya,” papar Andi Nur Alam, Kamis (23/8).

Mantan Kadisdukcapil Bombana tersebut merinci, delapan wilayah kecamatan yang menjadi sasaran utama penerapan GP3SI melalui Jarwo 2:1 yaitu, Rumbia dengan target 42 hektare lahan. Di Kecamatan Ratowatu Utara cakupannya 80 hektare, Lantari Jaya 167 hektare dan Ratowatu 50 hektare. Sementara di Kecamatan Poleang Utara sebagai sasaran terbesar seluas 349 hektare, Poleang Timur 254 hektare dan Tontonunu seluas 58 hektare dengan total keseluruhan seluas 1.000 hektare. “Pencapaian hasil optimal dalam GP3SI tidak semata-mata terfokus pada sistem Jarwo 2:1. Pola ini dilengkapi beberapa jenis produk unggulan, meliputi pengadaan bio dekomposer, benih varietas unggul, pupuk urea dan NPK, pestisida dan herbisida serta atabella yang disebut Jarwo 2:1. GP3SI ini kami kembangkan bekerja sama dengan BPTP Sultra dalam bentuk rakitan dan rekomendasi teknologi tepat guna. Begitu juga dengan proses penyuluhan dilakukan dengan pengawalan tenaga penyuluh pertanian untuk mentransfer teknologi ke petani dan warga di sekitar lokasi GP3SI,” tandas Andi Nur Alam. (c/kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top