Pariwara
HEADLINE NEWS

BUMN Gelar Upacara HUT Kemerdekaan di Konut, Penampilan Peserta SMN asal Jabar Pukau Pelajar

FOTO BERSAMA: Asissten Deputi Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Hendrika Nora Sinaga (tengah), Direktur Umum & Human Capital PT Inalum, Carry E.F. Mumbunan (sembilan dari kanan, jas hitam), Direktur Human Capital & CSR PT Antam, Johan NB Nababan (kesepuluh dari kanan) foto bersama perwakilan BUMN se-Sultra dan panitia SMN 2018 usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 RI di Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Jumat (17/8). Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut memperingati hari ulang tahun (HUT) Kemerdekan ke-73 Republik Indonesia, Jumat (17/8). Khusus di Sulawesi Tenggara (Sultra), upacara bendera dipusatkan di Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Kegiatan yang diinisiasi PT.Inalum dan Antam ini berlangsung hikmad dan sukses.

Seluruh perwakilan perusahaan BUMN yang ada di Sultra turut hadir dalam upacara tahunan itu. Direktur Umum dan Human Capital PT Inalum, Carry E.F. Mumbunan bertindak sebagai inspektur upacara (Irup). Asissten Deputi Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Hendrika Nora Sinaga menuturkan, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Molawe, Konut untuk lebih mendekatkan perusahaan BUMN dengan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat lebih mengenal BUMN. Kalau sudah dekat, pasti mudah menerimanya. Komitmen kami, BUMN akan terus bekerja keras membangun negeri demi mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Kami juga ingin keberadaan BUMN dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Selain internal BUMN, peserta siswa mengenal nusantara (MSN) juga ambil bagian dalam peringatan HUT kemerdekaan. Mereka melakukan aksi panggung dengan menampilkan beberapa tarian asal provinsi Jawa Barat. Di antaranya tari Jaipongan yang ditampilkan peserta SMN, Cica Apriliyanti. Penampilan peserta SMN membuat pelajar Konut terpukau.

“Tari Jaipong (Ronggeng Nyentrik) bermakna kebersamaan. Biasanya tarian ini ditampilkan pada upacara adat nyuguh atau persembahan usai panen,” ujar Cica Apriliyanti. Tak hanya tari Jaipong yang ditampilkan, peserta SMN juga menampilkan tari Galura Mawatangara yang dibawakan Muh Risky Pratama asal SMKN 1 Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jabar. Tari yang ditampilkan memiliki makna untuk waspada terhadap gangguan keamanan.

“Tarian ini menceritakan kerajaan Padjajaran yang mawas diri atas adanya rencana penyerangan dari tiga kerajaan yakni kerajaan Demak, Banten dan Cirebon. Tarian ini berlatarbelakang nyentrik (keras),” katanya. Selama dua hari, peserta SMN di Konut banyak pelajaran dan ilmu yang diterima. Diantaranya mereka bisa mempelajari kultur, sosial masyarakat Konut yang heterogen.

“Masyarakat Konut sangat ramah dan sopan. Di luar dari pemikiran kami. Mereka juga mengajari kami tentang budaya seperti tari lulo yang menjadi kebanggan masyarakat Konut dan Sultra, termasuk memperkenalkan makanan tradisional seperti sinonggi,” jelas Muh Risky. Peserta SMN juga diajak mengelilingi beberapa wisata yang dimiliki Konut, seperti air panas Wawolesea, pantai Taipa dan kampung nelayan. Peserta SMN menikmati keindahan wisata Konut.

“Wisatanya sangat alami dan indah. Kalau pemerintah daerah ingin lebih baik lagi, fasilitasnya harus ditambah. Itu akan lebih baik lagi,”timpal peserta SMN lainnya. Ketua Pelaksana BUMN Hadir Untuk Negeri, Susyam Widodo menuturkan, peringatan HUT Kemerdekaan ke- 73 RI yang dipusatkan di Kecamatan Molawe merupakan bentuk kepedulian perusahaan BUMN, sekaligus untuk mendekatkan diri dengan warga.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top