Pariwara
Kolaka Utara

Revitalisasi Kakao Jadi Prioritas, Estimasi APBD 2019 Kolut Capai Rp 922, 1 M

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
KUA-PPAS : Wabup Kolut, H. Abbas (kiri) menyerahkan draf plafon anggaran sementara ke Ketua DPRD, Agusdin, senin (13/8)

KENDARIPOS.CO.ID — Kebijakan belanja daerah di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) diestimasi tak mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2019. Nilainya mencapai Rp 922,1 miliar. Alokasi anggaran dalam jumlah besar tetap diplot untuk program revitalisasi kakao, tanpa mengesampingkan rencana prioritas lainnya. Proyeksi tersebut diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Kolut, H. Abbas saat menyampaikan draf kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2019 di Aula DPRD Kolut, Senin (13/8).

Menurut Abbas, klasifikasi prioritas dalam plafon anggaran tersebut tetap pada patokan wajib 20 persen untuk sektor pendidikan, kesehatan dan alokasi dana desa masing-masing 10 persen. “Untuk mendukung progres program revitalisasi kakao pada 2019 mendatang, sektor ini tetap mendapat porsi anggaran besar tanpa mengabaikan tiga sektor mendasar tersebut,” tutur pasangan duet Nur Rahman Umar, tanpa menyebut besaran pasti untuk dana revitalisasi itu.

Kondisi fiskal daerah cukup rendah dibarengi rasio kemandirian. Itu dibuktikan dengan masih tingginya ketergantungan pada suntikan dana pusat. “Kita ketahui bersama, kami baru memasuki tahun kedua dalam mengimplementasikan perencanaan program RPJMD 2017-2022. Sehingga program sekarang dan 2019 mendatang harus berkesinambungan,” ujarnya.

Diupayakan, kebijakan anggaran pendapatan daerah 2019 untuk jumlah dana transfer perimbangan dari pusat ditargetkan bisa mencapai Rp 678,7 miliar. Itu terbagi atas dana alokasi umum (DAU) Rp 540,7 miliar dan DAK sebesar Rp 159,3 miliar serta dana bagi hasil Rp 14,6 miliar. Menyangkut estimasi penerimaan yang bersumber dari pendapatan asli daerah diperkirakan mencapai Rp 46,6 miliar. Pendapatan lain-lainnya yang sah ditargetkan Rp 191,8 miliar. Sehingga secara keseluruhan estimasi penerimaan daerah dapat tercapai Rp 117,2 miliar.

Program revitalisasi tetap istimewa karena kegiatan tersebut berkelanjutan. Pemkab sangat menantikan kesuksesan sektor ini karena diyakini menjadi batu loncatan untuk mendongkrak sektor lainnya secara tidak langsung. “Partisipasi aktif masyarakat bersama Pemkab akan menjadi kunci mencapai masyarakat madani yang gemilang. Sudah saatnya kita (Pemkab dan petani) bangkit bersama mewujudkan impian bersama,” pungkasnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top