Pariwara
Edukasi

Tim Medis UHO Bantu Korban Gempa di Lombok

Humas UHO
Tim medis UHO saat melakukan penanganan korban gempa di Lombok beberapa waktu yang lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Tim medis Universitas Halu Oleo bertindak cepat dalam membantu korban gempa di Lombok. Setibanya di Mataram, Tim Medis UHO langsung berkordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mendapatkan data atau titik korban terbanyak pasca gempa berkuatan 7,0 Skala Richter itu.

“Setelah mendapatkan data yang akurat, kami langsung bergerak cepat menuju lokasi dengan membagi tim menjadi 2 bagian dengan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Untuk dokter umum, bertugas di posko Nipah (Puskesmas Nipah) Desa Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Sedangkan dokter spesialis tulang (orthopedi) dan spesialis anastesi ditempatkan di Kapal Perang TNI-AL KM Soeroso untuk melakukan operasi pada korban,” terang dr. Ashaeryanto, M.MedEd, Kordinator Tim Medis UHO saat di hubungi via Whatsapp, Minggu (12/8).

Lanjut dia, Tim melakukan penanganan berupa pemberian pengobatan dan operasi terhadap pasien korban gempa. “Kasus yang kami temui kebanyakan luka robek pada kepala dan kaki akibat reruntuhan bangunan, perdarahan di telinga dan kasus-kasus seperti ispa, diare, dan patah tulang,” bebernya

Selain itu, Tim juga berhasil melakukan operasi terhadap pasien yang mengalami patah tulang tepatnya operasi ini dilakukan di atas KRI TNI AL KM Soeharso. “Alhamdulillah, kami sampai Minggu (12/8), telah berhasil mengoperasi 15 pasien yang mengalami patah kaki,” tambahnya.

Tim Medis UHO tengah konsentrasi pada pelayanan medis dengan melakukan penelusuran dari dusun ke dusun kemudian membuka posko, dan konsentersi pada pelayanan di rumah sakit (RS) dalam hal ini RS Kapal KRI AL berupa operasi kasus patah tulang.

Namun, dr. Rido khawatir, sampai dengan hari ke-7 pascagempa ini akan muncul masalah baru. Yaitu munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gangguan sanitasi seperti diare dan yang berhubungan dengan pernapasan misalnya ISPA. Karena penyakit ini akan muncul jika pada lokasi pengungsian yang belum tertangani secara baik yang meliputi tenda pengungsian, fasilitas MCK dan kebersihan pengungsian.

“Saya harap pemerintah segera menangani hal-hal seperti itu. Agar penyakit yang kita khawatirkan ini bisa dicegah,” pungkasnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top