Pariwara
Konawe Utara

Konut Identifikasi Zona Pengembangan Hortikultura

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
HORTIKULTURA : Kabid Hortikultura Konawe Utara, Imran Moita saat berada pada lokasi demplot perkebunan di Desa Tokowuta, Kecamatan Wawolesea.

KENDARIPOS.CO.ID — Potensi sumber daya alam (SDM) Konawe Utara (Konut) tak hanya pertambangan. Pada sektor pertanian, perkebunan hingga kelautan juga memiliki potensi cukup menjanjikan. Semua tergantung cara mengedukasi warga Konut untuk mendapatkan nilai ekonomis tambahan dari bidang tersebut. Kepala Dinas Perkebunan Konut, Suleman K, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Imran Moita, mengaku, daerah itu memiliki 13 kecamatan yang potensial untuk pengembangan tanaman.

“Tahun anggaran 2019 nanti, program zonasi pengembangan perkebunan menjadi salah satu yang akan kita rencanakan, dengan melihat kondisi luasan wilayah Konut yang kita miliki,” ujar alumni Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo itu, Minggu (12/8). Hasil identifikasi awal yang sudah dilakukan, Kecamatan Wiwirano, Landawe dan Langgikima merupakan wilayah dengan luasan perkebunan kelapa sawit. Namun Imran Moita memiliki gagasan disela-sela tanaman kelapa sawit bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penanaman hortikultura.

“Sekarang lagi proses replanting (peremajaan) kelapa sawit yang tidak produktif. Jarak tanaman kelapa sawit itu delapan sampai sembilan meter. Di sela tanaman itu, bisa dimanfaatkan untuk budi daya hortikultura. Seperti kubis, bawang maupun sayuran jangka pendek. Sehingga warga bisa memiliki tambahan ekonomis,” sambung Imran Moita.

Pengembangan hortikultura melalui tanaman sela bisa dilakukan pada wilayah tiga kecamatan tersebut. Mengingat potensi pasar yang dekat karena berbatasan langsung dengan Morowali, Sulawesi Tengah. Sedangkan pada wilayah Kecamatan Asera dan Andowia lebih cocok untuk budi daya buah semangka. “Kalau untuk wilayah Molawe dan Lasolo cocok ditanami cabai. Sementara bagian Lembo, Sawa dan Motui tepat untuk budi daya jagung manis,” proyeksinya.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan hortikultura, minimnya animo warga untuk bercocok tanam jangka pendek. Padahal bila warga fokus, tanaman jangka pendek lebih menjanjikan keuntungan. “Tapi kalau di wilayah Molawe dan Lasolo animo warga untuk menanam mulai bagus. Jadi tinggal edukasi saja bagaimana memanfaatkan lahan warga yang tidak produktif,” tandasnya. (c/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top