Pariwara
HEADLINE NEWS

Ali Mazi-Lukman Bakal Dilantik di Istana, Gugatan PHP Kada Baubau Juga Ditolak

KENDARIPOS.CO.ID — Ali Mazi-Lukman Abunawas tinggal menunggu waktu untuk dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2018-2022. Sebab, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan perselisihan hasil pilkada (PHP Kada) Pilgub Sultra, Jumat (10/8). Setelah salinan putusan keluar, tiga hari berikutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan pasanagn berakronim AMAN sebagai kepala daerah terpilih.

Terkait pelantikan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah membuat jadwalnya. Khusus Sultra, karena akhir masa jabatan (AMJ) gubernur dan wakil gubernur Sultra, 18 Februari lalu, maka pelantikan gubernur terpilih bakal digelar 17 September mendatang. “Mereka (gubernur terpilih,red) bakal dilantik Presiden di Istana negara,” ujar Soni Sumarsono, Dirjend Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Jumat (10/8).

Pj Gubernur Sulsel ini menegaskan, secara umum pelantikan kepala daerah disesuaikan AMJ masing-masing gubernur atau bupati. Jika AMJ selesai sebelum September 2018 seperti Sultra, maka gubernur terpilih mengikuti pelantikan tahap pertama. “Kalau dia gubernur, akan dilantik pada 17 September 2018 di Istana Negara. Setelah pelantikan itu, barulah gubernur melantikan bupati/wali kota pada tanggal 20 September,” ulangnya menegaskan.

Sementara itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau terpilih, AS Tamrin-Ahmad Monianse bakal dilantik September juga. Sebab, AMJ wali kota sebelumnya 30 Januari 2018. “Intinya, kalau AMJ sudah lewat, maka kepala daerah terpilih dilantik pada gelombang pertama, September mendatang,” jelasnya.

Ditolaknya gugatan sengketa PHP Kada Pilgub Sultra dan Pilwali Kota Baubau diputuskan dalam sidang dismisal yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (10/8). MK mendasarkan pasal 158 huruf b UU 10 terkait dengan ambang batas. Dimana, perolehan suara antara pemohon dengan pemenang Pilkada sesuai dengan penetapan hasil rekapitulasi dari KPU tidak melebihi persentase sesuai dengan ketentuan yang telah diatur.

“Bahwa, jumlah perbedaan perolehan suara antara pemohon dan pasangan calon peraih suara terbanyak untuk dapat mengajukan PHP Kada paling banyak 1,5 kali 1.135.179 suara sah sama dengan 17.028 suara. Bahwa suara pemohon adalah 158.537 suara, sedangkan perolehan suara pihak terkait adalah 495.880 suara. Sehingga, perbedaan perolehan suara antara pemohon dan pihak terkait sebesar 137.343 atau lebih dari 1,5 (17.028),” tutur hakim ketua Anwar Usman saat membacakan amar putusan sengketa PHP Kada, Pilgub Sultra di Gedung MK, Jakarta, Jumat (10/8).

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top