Pariwara
HEADLINE NEWS

Jadwal Pelantikan Bupati Usai MK Tolak Gugatan PHP Kada, Kery September, Safei Maret

KENDARIPOS.CO.ID — Kery Saiful Konggoasa dan Ahmad Safei tinggal tunggu pelantikan sebagai Bupati Konawe dan Bupati Kolaka terpilih. Sebab, permohonan sengketa perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHP Kada) yang diajukan rival masing-masing ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Keputusan penolakan terhadap sengketa PHP Kada Konawe dan Kolaka dibacakan oleh 9 hakim MK yang diketuai Anwar Usman pada sidang putusan sela (dismissal) di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

“Mengadili dalam eksepsi. Mengabulkan eksepsi termohon (KPU Kabupaten Konawe, red) dan pihak terkait berkenaan dengan tenggang waktu pengajuan permohonan. Dan menyatakan permohonan pemohon melewati tenggang waktu pengajuan permohonan,” kata Anwar Usman saat membacakan putusan sela.

Dalam penjelasan sebelumnya, putusan tersebut berdasarkan aturan dalam Pasal 157 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, bahwa tenggat waktu hanyalah tiga hari setelah rekapitulasi perolehan suara diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). “Tenggang waktu 3 hari kerja sejak termohon mengumumkam penetapan perolehan suara hasil pemilihan adalah hari Kamis, 5 Juli 2018 pukul 24.00 Wita, kemudian Jumat, 6 Juli 2018 dan Senin, 9 Juli 2018. Sementara pemohon mengajukan permohonan pada tanggal 16 Juli 2018 pukul 15.26 WIB sesuai dengan buku akta permohonan,” jelas Anwar.

Menurut Anwar, keputusan ini diambil melalui rapat permusyawaratan hakim (RPH) oleh sembilan hakim konstitusi, yakni Anwar Usman selaku ketua merangkap anggota, Aswanto, IDG Palguna, Wahiduddin Adams, Arief Hidayat, Manahan MP Sitompol, Maria Farida Indrati, Saldi Isra, Suhartoyo masing-masing sebagai anggota.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir mengungkapkan, paska pembacaan putusan PHP Kada tersebut, maka tahapan Pilkada memasuki tahap akhir. “Hakim memutuskan menolak permohonan PHP Kada, dikarenakan tenggang waktu pengajuan permohonan. Maka KPU akan segera menyelesaikan tahapan Pilkada 2018,” ungkapnya usai sidang, Kamis (9/8).

Langkah akhir yang akan dilakukan KPU, lanjut dia, yakni melakukan pleno terbuka penetapan hasil pemilihan kepala daerah. “Jadi, sesuai ketentuan paska pembacaan putusan tersebut KPU diberikan waktu 3 hari untuk melaksanakan pleno terbuka penetapan hasil pemilihan kepala deerah. Paling lambat Minggu (12/8), pleno sudah harus dilaksanakan. Untuk itu, kita minta kepada KPU Konawe dan Kolaka untuk segera pulang ke daerah melakukan pleno tersebut,” tegasnya.

Terkait rencana pelantikan Kery Saiful Konggoasa sebagai Bupati Konawe terpilih dan Ahmad Safei di Kolaka, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah membagi waktunya. Jadwal pelantikan disesuaikan dengan akhir masa jabatan (AMJ) kepala daerah. Khusus di Konawe, karena AMJ-nya 17 Juni 2018 atau sudah lewat, maka pelantikan digelar pada gelombang pertama atau September. Sedangkan Kolaka, karena AMJ-nya nanti Januari, maka pelantikan masuk gelombang ketiga atau Maret 2019.

Informasi tersebut disampaikan Dirjend Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Soni Sumarsono. “Tahap pertama pelantikan digelar 17 September 2018. Tapi itu khusus untuk gubernur. Sementara bupati dan wali kota dilantik 20 September,” jelas Soni di Jakarta, Kamis (9/8). Untuk tahap kedua pelantikan, lanjut dia, digelar Desember 2018. Sementara pelantikan tahap ketiga digelar Maret 2019. Pj Gubernur Sulawesi Selatan ini menegaskan, secara teknis proses pelantikan kepala daerah akan tetap mengikuti akhir masa jabatan (AMJ) kepala daerah sebelumnya.

“Untuk yang diputuskan MK hari ini (kamis,red) juga tetap mengacu pada AMJ masing-masing. Jika AMJ selesai sebelum September 2018 seperti Kabupaten Konawe, maka bupati terpilih mengikuti pelantikan tahap pertama. Kalau dia gubernur, akan dilantik pada 17 September 2018 di Istana Negara. Setelah pelantikan itu, barulah gubernur melantikan bupati/wali kota pada tanggal 20 September. Namun jika AMJ-nya setelah September, maka dia ikut pelantikan tahap II atau III,” bebernya.

Dihubungi terpisah, Bupati Kolaka terpilih, Ahmad Safei menyambut positif putusan MK tersebut. Dia berharap, agar seluruh masyarakat Kolaka untuk tidak lagi berbicara politik.

“Dengan adanya hasil ini, maka tidak ada lagi yang berbicara politik. Mari kita bersatu¬†untuk membangun Kolaka supaya semakin maju, berkeadilan, dan sejahtera,” imbuhnya. (b/yog)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top