Pariwara
Edukasi

Peduli Lingkungan, UHO Semnas Silvikultur VI dan Mikoriza

Agus Setiawan/Kendari Pos
Foto Bersama: Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) KLHK Dr. Hilman Nugroho (kelima kiri), Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, M.Si., M.Sc, didampingi Ketua DWP UHO, Viska Inda Variani, S.Si., M.Si., serta Ketua Panitia Semnas Silvikultur VI, Prof. Dr. Hj. Husna (empat kanan), usai kegiatan di Zahra Hotel Syariah Kendari, Rabu (8/8).

KENDARIPOS.CO.ID — Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menggelar event berskala nasional. Perguruan Tinggi terbesar di Sultra ini, melaksanakan Seminar nasional (Semnas) Silvikultur VI dan Mikoriza di Zahra Hotel Syariah Kendari, Rabu (8/8). Dirjen PHPL KLHK, Dr. Hilman Nugroho yang membuka kegiatan, mengatakan Semnas Silvikultur IV merupakan forum ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Silvikultur Indonesia (MASSI). Acara ini adalah wadah komunikasi ilmiah tentang perkembangan riset dan aplikasi teknik-teknik silvikultur dalam rangka pengelolaan hutan dan pemulihan ekosistem hutan dan lahan.

“Saat ini hanya 5 persen saja hutan kayu yang ada di Indonesia, selebihnya sebanyak 95 persen merupakan hutan bukan kayu. Jadi, saya harap melalui seminar ini, para silvikulturis mampu memperkenalkan hasil riset dan teknik-teniknya agar dapat meningkatkan dan melestarikan hutan kayu di Indonesia,” terangnya. Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, M.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan UHO merupakan institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia yang memiliki komitmen tinggi dalam pengelolaan hutan di wilayah tropis wallaceae.

Salah satu bentuk komitmen UHO, lanjutnya, adalah membentuk Fakultas Ilmu Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) pada tahun 2013. “Fakultas ini merupakan satu-satunya fakultas di Indonesia yang menggabungkan Kehutanan dan Ilmu Lingkungan. Terbentuk sebelum mergernya Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup di level nasional,” ungkapnya.

Selain itu, UHO juga mempunyai Kebun Raya yang merupakan satu-satunya kebun raya yang dikelolah oleh perguruan tinggi. “Kebun raya tersebut merupakan representasi dari kekayaan ekosistem hutan dataran rendah di wilayah Wallacea,” jelasnya. Terkait Semnas ini, lanjut Zamrun, pihaknya juga memiliki riset silvikultur, dimana yang menjadi fokus adalah ekosistem khas dan kekayaan hayatinya, pengelolaan hutan rakyat, ilmu dan teknologi benih dan aspek silvikultur jenis unggulan ekonomi dan jenis lokal, endemic dan teramcam punah di wilayah Wallace.

“Dengan berbagai aspek yang cukup komplit ini, saya kira UHO dapat lebih berperan dalam menyelamatkan dan melestarikan hutan di Indonesia. Ke depan jika diizinkan, saya siap membuka Program Studi (Prodi) Silvikultur di UHO,” pungkasnya.

Ketua Panitia Semnas Silvikultur VI dan Mikoriza, Prof. Dr. HJ. Husna, menyampaikan seminar yang dihadiri pula Pj. Gubernur Sultra yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra Muh. Nasir ini, merupakan bentuk support UHO terhadap pelestarian hutan di tanah air, termasuk di Sultra. “Setelah seminar Silvikultur VI, kami agendakan penanaman pohon di Pulau Bokori dijadiwalkan tanggal 9 Agustus (hari ini). Setelah itu dilanjutkan dengan Semnas Makarizo di Zahra Hotel. Hasilnya akan menjadi rekomendasi para silvikulturis dalam upaya melestarikan hutan ke depannya,” terang Prof Husna. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top