Pariwara
Metro Kendari

Libatkan Masyarakat Pantau Kerusakan Jalan, Pj Sekprov Sultra Support Inovasi Bina Marga

Hj Isma

KENDARIPOS.CO.ID — Ketersediaan anggaran daerah dan beban tanggung jawab infrastruktur jalan sering kali tidak berimbang. Keterbatasan pemerintah itulah yang membuat jalan nasional, provinsi maupun kabupaten kota tidak pernah baik 100 persen. Ada yang sudah baik tahun ini, namun karena tidak terawat maka akan rusak di tahun depan. Ada pula yang dianggarkan perbaikan namun tidak memenuhi seluruh titik yang diinginkan masyarakat. Terkadang pula pemerintah tak menjangkau titik-titik yang rusak itu.

Bertolak dari fakta-fakta itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga menggagas sebuah sistim informasi jalan. Itu melibatkan masyarakat umum. Kelompok masyarakat itu dinamai Sistem Pengawasan, Pemeliharaan Jalan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan akronim si Penjaga Jalan. Komunitas yang terlibat dalam sistim pemeliharaan dan pengawasan jalan itu resmi dikukuhkan, Rabu (8/8) di salah satu hotel di Kendari oleh Pj. Sekprov Sultra, Hj. Isma.

“Kalau benar-benar serius komunitas ini, maka harus menjadi program unggulan. Kita support, karena bagi saya ini tugasnya sangat strategis, dan kita sangat butuhkan demi pemeliharaan jalan di Sultra,” ungkap Hj. Isma, kemarin. Jalan provinsi kata dia memang tidak akan mulus 100 persen. Namun paling tidak dengan hadirnya penjaga jalan itu, maka kerusakan jalan bisa diminimalisir. “Karena jalan ini milik kita bersama maka menjaga dan memeliharanya tidak boleh dibebankan pada pemerintah saja, masyarakat juga harus terlibat,” sambungnya.

Terlebih soal jalan itu salah satu pos anggaran paling besar untuk penanganannya. Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDA dan Bina Marga Sultra Rundu Beli Hasan ST, M.Eng sebagai pengagas komunistas itu mengaku sudah lama mengidentifikasi persoalan jalan di Sultra. Hanya saja, anggaran selalu menjadi kendala utama keterlambatan penanganan jalan itu. “Kita selalu anggarkan pemeliharaan, tapi tidak pernah cukup, karena jalan kita panjang, dan banyak yang rusak cepat karena cuaca,” jelasnya. Disebutkannya total panjang jalan provinsi di Sultra 1009,28 kilometer. Setiap tahun yang mendapat jatah pemeliharaan sepanjang 302,78 kilometer. “Anggarannya hanya Rp 200 miliar saja, jadi tidak bisa semua,” tambahnya.

Kota Kendari dan Kolaka Timur akan menjadi lokasi uji coba kerja komunitas itu. Jika berhasil, komunitas itu akan dibentuk di semua kabupaten/ kota di Sultra. “Tugas mereka bukan membangun konstruksi jalan tapi mengawasi dan melaporkan kalau terjadi keruskan,” pungkasnya. (b/ely)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top