Pariwara
Nasional

Mengaku Sebagai Korban Perang, Tujuh WNA di Muna Segera Dikembalikan ke UNHCR Jakarta

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kepolisian Resor Muna mengamankan tujuh warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Nusantara Raha, Senin malam (5/8). WNA asal negara Pakistan dan Srilangka itu diamankan karena tidak memiliki dokumen lengkap berupa visa ataupun pasport. Ketujuhnya tiba di Muna melalui jalur laut dengan menumpangi kapal motor Mekar Teratai yang berlayar dari pelabuhan Banggai, Sulawesi Tengah.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga menjelaskan, WNA tersebut tiba di Raha sekira pukul 19.30 Wita dan berniat melanjutkan perjalanan menuju Kota Kendari. Berbekal informasi awal, kepolisian kemudian mengamankan tujuh WNA itu untuk dimintai keterangan. “Setelah diperiksa, benar mereka tidak memiliki dokumen lengkap sebagai WNA selain dari UNHCR. Bahkan beberapa diantaranya tidak memiliki kartu identitas. Rencananya mereka akan ke Kendari,” jelas Agung, Senin (6/8).

Ketujuh WNA itu, terdiri dari 1 warga negara Pakistan dan 5 warga negara Srilangka diperiksa intensif di Polres Muna, Senin (6/8). Dari pemeriksaan itu, diketahui jika mereka merupakan pengungsi yang mencari suaka di Indonesia. Di Kendari, ketujuh WNA itu berencana memperpanjang masa berlaku izin dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). “Kami sudah koordinasi dengan pihak Imigrasi Baubau. Mereka selanjutnya di bawah ke sana (Baubau),” sambungnya.

Usai dibawa ke kantor Imigrasi Baubau, ketujuh WNA itu selanjutnya akan dikembalikan ke markas UNHCR di Jakarta. UNHCR merupakan lembaga tinggi dari perserikatan bangsa-bangsa yang mengurusi pengungsi korban perang.

Sementara itu, pengakuan salah satu imigran asal Pakistan, Yasir Ali menyebutkan, jika mereka merupakan korban perang yang mencari suaka di Indonesia. Sebelum tiba di Muna, mereka sebelumnya sudah berada di Indonesia sekitar dua tahun. Selama itu, mereka kerap hidup berpindah kota. “Saya sudah dua tahun, jadi sedikit bisa berbahasa Indonesia. Sebelumnya saya juga pernah di periksa Kepolisian Bobong, Maluku Utara,” jelasnya.

Yasir Ali bertemu ke enam rekannya secara tidak sengaja di pelabuhan Ternate. Selanjutnya mereka berencana memperpanjang izin UNHCR sebagai pengungsi di Kendari. “Kami buka kriminal. Kami hanya mencari kedamaian akibat perang di negara kami,” tutupnya. (b/ode)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top