Pariwara
Metro Kendari

Pemprov Sultra Tunda Vaksinasi MR

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Vaksinasi campak dan Measles Rubella (MR) kini menuai polemik, menyusul terungkapnya fakta baru bahwa vaksin yang digunakan untuk imunisasi itu belum berlabel halal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun bereaksi atas kebijakan kementerian kesehatan yang kini menginstuksikan seluruh dinas kesehatan provinsi, kabupaten dan kota memberikan vaksin kepada anak usia di bawah 15 tahun. Imunisasi sudah dilakukan serentak sejak 1 Agustus kemarin.

Sejumlah daerah menunda vaksinasi itu. Begitu pula Provinsi Sultra yang memilih tidak melanjutkan proses pencegahan campak dan rubella itu. Pj. Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi ditemui dalam sebuah kegiatan Sabtu lalu memastikan akan melakukan pengecekan kembali terhadap vaksin yang ada di Sultra. “Akan kita cek, apakah yang diberikan itu sama dengan yang dianjurkan, karena kita tahu vaksin itu macam-macam,” ujarnya.

Untuk sementara kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri itu, vaksinasi ditunda sambil menunggu instruksi lanjutan dari pusat. “Tapi kemarin ada pertemuan menteri kesehatan dan MUI maka kita tunda dulu. Kita taat semua keputusan pusat. Nanti kalau sudah tidak ada masalah, kita lanjutkan,” jelas Teguh Setyabudi.

Sejumlah daerah di Sultra sudah melakukan vaksin sejak 1 Agustus lalu. Petugas Puskesmas setempat hadir disekolah-sekolah dan memvaksin siswa. Sebelumnya, Pemprov Sultra sudah mengagendakan seremoni vaksinasi pada 13 Agustus mendatang.

Berbeda halnya dengan Pemkot Kendari. Menyikapi adanya sebagian masyarakat yang menolak anaknya divaksin MR, Plt. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menekankan pentingnya imunisasi campak dan rubella terhadap anak-anak. Dia mengimbau orang tua untuk segera mengimunisasi anaknya, walaupun saat ini terjadi polemik halal dan haram vaksin Measles Rubella.

“Terkait halal atau tidaknya vaksin itu, kami tidak melarang dan memaksakan orang tua anak mengimunisasi anaknya. Pilihannya diserahkan kepada masyarakat. Pada prinsipnya, kami siap memfasilitasi untuk imunisasi itu,” ujar Sulkarnain Kadir saat temui, Minggu (5/8).

Pasangan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra itu menambahkan imunisasi campak dan rubella sebagai upaya memutus transmisi virus campak dan rubella pada anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun. “Setelah polemik ini selesai, diharapkan seluruh masyarakat untuk mengimunisasi anaknya,” pinta Sulkarnain Kadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg.Rahminingrum menegaskan jika virus campak dan rubella tidak diatasi maka ini sangat berbahaya bagi anak. “Kalau kena rubella cacatnya luar biasa. Penderita bisa mengalami kebutaan, tuli bahkan bisa berakibat pada kematian,”ujar drg.Rahminingrum sembari menambahkan imunisasi sebagai antibodi terhadap penyakit. (ely//p1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top