Pariwara
Kolom

Parpol Besar, Oleh: Irwan Zainuddin

Irwan Zainuddin

KENDARIPOS.CO.ID — Partai politik (parpol) itu bersifat nasional. Sekelompok warga negara Indonesia yang memiliki kesamaan kehendak membentuknya secara sukarela. Tujuannya, tentu untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa, dan negara. Memelihara keutuhan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 juga menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan partai politik tersebut.

Fungsi partai politik itu sangat luar biasa. Sebagai sarana komunikasi politik antara masyarakat dan pemerintah. Partai politik harus menjadi representasi untuk menyalurkan suara rakyat. Mereka harus memperjuangkannya agar menjadi program pemerintah saat para politisi duduk di kursi yang bernama legislatif.

Namun, ada satu fungsi partai politik yang belum maksimal diimplementasikan. Fungsi rekrutmen politik. Political recruitment ini seharusnya mampu mempersiapkan kader dalam menghadapi hajatan 5 tahunan melalui pemilu. Selain itu, setiap momentum pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden, seharusnya parpol sudah memiliki kader yang siap didorong untuk bertarung. Faktanya, kondisi tersebut sangat berbeda pada setiap momentum kontestasi politik di negeri ini.

Partai politik dibentuk berdasarkan undang-undang sebagai organisasi nirlaba. Dalam anggaran dasarnya, tidak mencantumkan besaran modal dari parpol tersebut. Partai politik bukanlah sebuah perseroan terbatas (PT). Kalau kacamata sederhana mengukurnya, semua partai politik itu sama. Tidak ada yang besar dan kecil. Standar organisasinya sama yakni harus memiliki pengurus mulai dari pusat hingga ke daerah.

Jika berbicara perseroan, ukuran besar kecilnya sudah jelas. Perseroan yang modal dasarnya Rp 500 juta ke bawah masuk dalam kategori perusahaan kecil. Sementara yang memiliki modal usaha di atas Rp 500 juta, masuk kategori besar.

Terus kenapa ada klaim sebagai “PARTAI BESAR”? Toh tujuan partai bukan cari keuntungan. Partai tidak memiliki karyawan dan partai tidak ada produknya. Kalau toh kebetulan banyak anggota dewan berasal dari partai warna A, bukan karena partai itu besar, tapi partai itu hebat dalam memilih anggota partai yang diusung menjadi bacaleg (maaf tidak pakai kader partai).

Sejak 5 tahun lalu, partai tidak lagi menentukan siapa yang bisa duduk di dewan. Figur itu sendiri yang menentukan dia lolos atau tidak (maaf sekali, saya memakai figur bukan tokoh masyarakat, karena saya bingung siapa yang mengangkat seseorang jadi tokoh masyarakat).

Jadi ada partai, lolos dari parliamentary threshold (ambang batas parlemen), bukan karena besar atau tidak besarnya. Tapi parpol tersebut jitu dalam menempatkan orang-orang yang dicalonkan, sehingga masyarakat bisa memilih orang yang diusung partainya.

Partai itu semua sama. Tidak ada yang dominan. Tidak ada partai pemenang pemilu, sebab pemilu bukan pertandingan yang menentukan menang atau kalah.

Selamat memilih figur yang pantas sesuai ukuran kita dan bisa memegang amanah dari rakyat untuk 5 tahun yang akan datang. Suara kita akan menentukan nasib bangsa kita bro. (*)

Irwan Zainuddin

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top