Pariwara
Nasional

Dua Pilot Kedapatan Bawa Sabu

Ilustrasi Sabu

KENDARIPOS.CO.ID — Polda Metro Jaya menangkap dua orang pilot terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Kedua pilot yang masing-masing berinsial GSH dan BC itu dibekuk di depan pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdana Kusuma. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, barang bukti narkoba yang ditemukan berupa sabu-sabu.

“Ditemukan satu buah klip bening berisi sabu-sabu berat 0,8 gram,” Argo, Minggu (5/8). Kemudian, dua buah telepon genggam pelaku juga disita aparat. “Tim setelah itu langsung melakukan penelusuran kembali di kediaman keduanya,” sambung Argo.

Namun, dari rumah kedua pelaku tak didapati temuan narkoba lagi. Polisi hanya menemukan alat untuk menghisap sabu dari kediaman keduanya. “Digeledah dan ditemukan sebuah bong kaca, sebuah cangklong kaca patah, lima buah pipet kaca, tujuh buah sedotan plastik, tiga lembar aluminium foil bekas, dua buah korek api gas, satu bungkus klip bekas, dan tutup bong botol plastik,” jelasnya.

Peristiwa lain yang juga menghebohkan adalah terjadinya transaksi narkoba jenis sabu antara Guriang Sukmana (GS), pilot maskapai Bangladesh kepada Baju Chandra (BC), pegawai negeri sipil Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub yang diduga bagian dari suap. Pasalnya, pada waktu penangkapan mereka, bertepatan dengan tes simulasi penerbangan di Jakarta.

“Jadi kesempatan tes simulasi ini untuk menyerahkan ke pengujinya yaitu BC,” kata Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di Jakarta, Minggu (5/8). Dalam berita acara pemeriksaan, BC yang diperbantukan sebagai pilot Maskapai Batik Air adalah penguji yang memiliki peran dalam kelulusan semua pilot di Indonesia dan berwenang mengeluarkan lisensi. Adapun tes simulator biasanya digelar enam bulan sekali. “Memang yang bersangkutan bisa menentukan kelulusan GS,” jelas Calvijn.

Dari BAP diketahui GS sudah tiga kali memberikan paket sabu itu ke BC. Keduanya bisa dibilang sebagai pengguna narkoba cukup lama.
GS mengaku sudah empat tahun mengonsumsi narkoba. Sedangkan BC, sepuluh tahun. Ditanya mengapa BC yang notabene PNS bisa lolos pemeriksaan pengguna narkoba, Calvijn mengatakan bahwa itu proses di internal Kemenhub. “Kalau soal tes urine, kami nggak mengetahui, karena itu proses internal mereka. Tapi faktanya di BAP sudah sepuluh tahun,” bebernya.

Ditanya apakah anak buah BC ada yang mengetahui transaksi tersebut, Calvijn belum mendapatkan faktanya. “Kami belum temukan, tapi akan kami selidiki,” tegas dia. Diketahui, kasus ini terungkap ketika tim khusus Polda Metro Jaya menangkap GS pada Kamis (2/8) pukul 12.50 WIB di depan pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdana Kusuma.

Barang bukti yang disita di Bandara antara lain 1 buah klip bening berisi sabu berat brutto 0,8 gr, 1 HP Blackberry Hitam, 1 HP Samsung Hitam. Setelah ditangkap, polisi kemudian menggeledah rumah BC di kawasan Cipayung dan menemukan sebuah alat hisap sabu-sabu alias bong. Sebelum beranjak ke rumah BC, polisi lebih dulu menggeledah rumah GS di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Terkait penangkapan ini, BC dan GS pun dinyatakan positif menggunakan sabu-sabu melalui pemeriksaan urine. Atas perbuatannya itu, keduanya dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (dna/jpc)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top