Pariwara
Nasional

Aturan Baru BPJS Kesehatan Ancam Keselamatan Ibu Bersalin

Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K)

KENDARIPOS.CO.ID — Berbagai upaya pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI dan AKB) dinilai akan semakin sulit. Itu seiring terbitnya aturan baru Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Aturan itu dinilai membatasi paket pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir dengan kondisi sehat post operasi caesar maupun normal, dengan atau tanpa penyulit dibayar dalam 1 paket persalinan. Ini dikhawatirkan akan mengancam keselamatan ibu selama proses persalinan.

“Pemerintah dukung promotif dan preventif. Supaya anak sehat. Tapi sekarang kualitasnya dipotong bisa kita bayangkan bersama. Ini musibah,” tegas Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K) baru-baru ini.

Dia menyebut daftar-daftar risiko yang dihadapi ibu saat persalinan, dimana semuanya menyangkut nyawa ibu dan bayi. “Risiko-risiko yang dihadapi seperti perdarahan, preeklamsia, hipertensi sampai ibunya kejang-kejang, ketuban pecah, dan itu meningkatkan risiko AKI,” katanya.

Maka dr. Budi mengatakan aturan baru BPJS menyatakan jika ibu melahirkan normal, paket layanan bersalin hanya untuk ibu normal saja, tanpa ada paket untuk anak. Padahal saat detik-detik kelahiran bisa saja terjadi komplikasi terhadap bayi. “Pasiennya tak di-cover nanti. Bayar sendiri. Selama proses persalinan,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini besaran biaya yang ditanggung BPJS saat persalinan caesar yakni sekitar Rp 7 jutaan. Kemudian sekarang dengan adanya aturan baru, bisa hanya sekitar Rp 4 jutaan. Sedangkan untuk melahirkan normal biayanya lebih rendah lagi. “Setiap risiko persalinan tak bisa ditebak. Saat bersalin nantinya dokter anak enggak ada. Butuh waktu untuk panggil dulu,” katanya.

Saat ini, kata dr. Budi, pihak rumah sakit mulai merasa resah. Berbagai rumah sakit di daerah mulai memberlakukan aturan baru tersebut. “Aturan ini di lapangan oleh kami belum dilaksanakan. Tetapi teman-teman di daerah mulai protes keras soal ini. Kalau ada apa-apa dengan bayi dan ibunya bagaimana, sebab Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) komit setiap persalinan harus didampingi dokter anak,” tegasnya.(ika/jpc)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top