Pariwara
Nasional

Jusuf Kalla: Tahun Depan, Pemilu Paling Sulit

JADI PEMBICARA: Wakil Presiden Jusuf Kalla (di podium) menjadi pembicara dalam acara Business Lunch “ Waspada Ekonomi Indonesia di Tahun Politik di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (2/8). Foto: JPNN

KENDARIPOS.CO.ID — Pesta demokrasi akan kembali digelar 2019 mendatang. Seluruh masyarakat Indonesia akan memilih pemimpin dan wakil mereka di legislatif. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut tahun depan menjadi pemilu tersulit di dunia. Ada apa?

“Karena ada lima pilihan yang harus tiap orang memilih tiap kertas. Kertas itu terdiri dari berbagai macam-macam partai dan bermacam-macam calon. Jadi faktor yang harus dihitung kira-kira ada 500 faktor yang harus dihitung pada pemilu yang akan datang. DPR tingkat nasional, DPR tingkat I, tingkat II, kemudian DPD, baru presiden,” ujarnya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (2/8).

Menurutnya, pemilihan yang paling mudah di tahun depan ada pemilihan presiden. Sebab, dia optimis hanya akan ada dua calon yang bertarung. “Yang paling mudah presiden, nomor satu atau nomor dua. Karena sudah hampir pasti dua pasang calon pada pemilu April mendatang,” tuturnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada semua pihak agar turut mensukseskan pesta demokrasi tahun depan. Selain itu, KPU, Bawaslu dan instansi lainnya diminta untuk semakin ketat dalam melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik kecurangan dalam pemilu.

“Menghitungnya yang rumit, sehingga bisa menimbulkan pengawasan yang kuat. Karena itu kita mengharapkan KPU, Bawaslu, Kepolisian, juga seluruh masyarakat melaksanakan pemilu dengan baik,” jelasnya.

Kendati sulit, namun dia berharap bisa berjalan aman dan lancar. Menurutnya, pesta demokrasi yang berjalan aman, lancar dan tertib akan berdampak positif bagi perekonomian. JK mencontohkan, pemilu di Indonesia sejak era Orde Baru selalu berjalan baik. Hanya saja, Pilkada DKI 2017 memang menyita perhatian dan memengaruhi ekonomi.

“Kalau zaman Orde Baru pemilu tidak pernah kacau, justru di Jakarta kacau dan beberapa kali di Kalimantan karena orang takut. Sekarang orang tidak takut malah lebih tenang lagi, 2009, 2014 (pemilu) berjalan lancar tidak ada konflik,” terangnya.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top