Space Iklan
Pariwara
Edukasi

Dewan Pendidikan Kaltim “Belajar” di SMKN 1 Kendari

Rudi Musu/Kendari Pos
Kepala SMKN 1 Kendari, Ali Koua (dua kanan) didampingi Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Prof. Dr. H. Abdullah Alhadza (kiri), saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pendidikan Kaltim, Encik Dwiyani (kiri) dan timnya di SMKN 1 Kendari, Kamis (2/8).

KENDARIPOS.CO.ID — Ketua Dewan Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) Encik Dwiyani dan timnya melaksanakan kunjungan kerja di Kota Kendari, kemarin (2/8). Salah satu tempat yang menjadi tujuan mereka adalah SMKN 1 Kendari. Kehadiran mereka disambut oleh Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Prof. Dr. H. Abdullah Alhadza dan Kepala SMKN 1 Kendari, Ali Koua beserta jajaran guru di sekolah tersebut.

Kehadiran rombongan dari Kaltim ini, bermaksud mempelajari sistem penerapan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang pelaksanaan komite sekolah, pengelolaan sekolah. “Kami ingin melihat bagaimana penerapan Permendikbud Nomor 75, dimana sepenuhnya melibatkan partisipasi masyarakat (orang tua siswa). Menariknya, dengan iuran hanya Rp 45.000 perbulan, mampu menata sekolah dan melakukan pembinaan kepada peserta didiknya dengan baik,” ungkap Encik.

Selain mengapresiasi pihak sekolah, dia juga sangat tertarik dengan pengelolaan komite sekolah. Kondisi itu diakuinya sangat jauh berbeda di daerahnya. “Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan siswa tidak dipungut biaya di Kaltim. Siswanya dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Di SMKN 1 Kendari, pihak sekolah terus meningkatkan kualitas proses belajarnya dengan kondisi dana yang terbatas. Saya berharap kami bisa memahami manajemen pengelolaan komite sekolahnya sehingga bisa diterapkan di daerah kami,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Abdullah Alhadza mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan Dewan Pendidikan Kaltim tersebut. “Kita bisa bertukar informasi seputar pelaksanaan pendidikan di daerah masing-masing,” tuturnya. Ia pun berharap kunjungan rombongan Dewan Pendidikan Kaltim ini, berimplikasi pada peningkatkan mutu dan daya saing pendidikan. Tentu ini membutuhkan kerja sama semua pihak, utamanya pemerintah dan masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Kendari, Ali Koua. Kata dia, pihaknya siap share pengetahuan atau hal-hal yang dibutuhkan. Dijelaskan bahwa saat ini tercatat 1432 siswa dan 123 tenaga guru dan pegawai administrasi. “Dengan keterbatasan yang ada, kami tetap memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu sekolah. Jumlah guru yang ada kita maksimalkan dengan baik agar pendidikan itu tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” bebernya.

Ali Koua juga menyampaikan partisipasi masyarakat dalam mendukung biaya pendidikan sangat dibutuhkan. Di Kaltim, semua biaya pendidikan ditanggung pemerintah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari provinsi dan kabupaten/kota sehingga tidak lagi memberatkan orang tua siswa. “Di sini tidak sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah tetapi didukung partisipasi masyarakat guna mendukung seluruh pembiayaan pendidikan karena dana BOS terbatas dan Alhamdulillah ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Keterbatasan anggaran yang dikelola pihak SMKN 1 Kendari, diakui justru menjadi spirit pihak pengelola pendidikan dalam mengelola anggaran secara efektif dan efisien. Hal itu dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan pameran se Kota Kendari yang melibatkan SMK yang ada, serta mengundang para pelaku industri. (p1/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top