Pariwara
Buton Selatan

Dapat Penilaian Buruk Dari Kemendagri, Busel Bakal Dikembalikan ke Buton

“Evaluasi akan kembali dilakukan pada April 2019. Bila belum terpenuhi katanya akan kembali (dilebur ke Kabupaten Buton, red). Hanya saja apakah ada aturan itu?. Saya pikir hanya bahasa saja,” terang La Siambo.

“Sebenarnya suda ada pembangunan yang kita lakukan. Seperti Rujab Bupati, penambahan gedung Dinas PU, Bapeda dan Inspektorat. Hanya saja memang masih dalam satu kompleks di Kantor Sekretariat Daerah,” sambungnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Busel, La Hijira membenarkan jika Busel mendapat peringkat kedua terbawah kedua sesuai hasil evalusi perkembangan DOB. Daerah otoritas Agus Feisal Hidayat dan La Ode Arusani itu hanya mengungguli Kabupaten Arfak, Papua.

“Hal itu memang benar. Dimana sejak Busel menjadi DOB tidak ada pembangunan sarana dan prasarana yang signifikan. Misalnya, kantor Bupati belum ada, Kantor DPRD belum ada, Rumah sakit, Kantor Bapeda dan Diknas juga belum ada. Semua masi belum memiliki gedung permanen,” terangnya.

“Nah, agar kita tidak masuk dalam kondisi terburuk, katakanlah kembali ke induk (Kabupaten Buton), maka 2019 kita sudah harus membangun kantor daerah,” sambungn politisi Golkar itu.

2 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top