Pariwara
Politik

Berebut Kursi Dewan, Dua ASN Konut Mundur

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kontestasi pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg) 2019 memikat banyak kalangan. Tak hanya mantan pejabat yang telah memasuki pensiun maupun tokoh pemuda, sejumlah abdi negara yang masih aktif rupanya ikut tergiur dengan status anggota DPRD Konawe Utara (Konut). Padahal massa kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) masih terbilang lama.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konut, tercatat dua ASN siap menanggalkan status pegawainya. Mereka bahkan telah menyerahkan surat pengunduran dirinya demi mengejar kursi parlemen.

“Iya, ada dua ASN aktif yang sudah memasukan surat pengunduran dirinya. Keduanya adalah Abdul Malik dan Nina,” ujar Hahan Rano Yusuf, Kepala Bidang Diklat, Disiplin Dan Pensiun BKPSDM Konut, Kamis (2/8).

Surat pengunduran diri kedua ASN itu, kata mantan Kabid Pendapatan BPKAD Konut telah diproses. Namun sebelum diproses, status kepegawaian akan ditelaah secara teknis. Apakah akan mendapatkan uang pensiun atau tidak. Yang pastinya, pihaknya melakukan pengkajian secara mendalam sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Untuk Abd Malik massa kerjanya 14 tahun dengan usianya 45 tahun. Normalnya kalau dia mengabdi masih 15 tahun lagi kalau sampai batas usia 60 tahun. Sedangkan bu Nina sudah memasuki usia 51 tahun dengan massa kerja lebih dari 20 tahun dengan tahun kelahiran 1964,” urai mantan Kasubdit Penanganan Konflik Kesbangpol Konut itu.

Terkait dengan hak pensiun yang akan diberikan, dipastikan Abd Malik tak akan mendapatkan hak pensiunnya. Hal ini didasari UU nomor 11 tahun 1969 tentang aturan pensiun PNS dan pensiun janda/duda serta Peraturan BKN nomor 2 tahun 2018 tentang pedoman pemberian pertimbangan teknis PNS.

“Masa kerja 20 tahun dengan usia 50 tahun diterima hak pensiunnya. Adapun yang usia 50 tahun dengan masa kerja 10 tahun diberikan haknya apabila dia cacat permanen. Jadi ibu Nina berpeluang mendapatkan hak pensiun karena masa kerjanya diatas 20 tahun dengan usia 50 tahun. Sedangkan pak Abd Malik tidak mendapatkan hak pensiun karena masa kerjanya dibawa 20 tahun dengan usia dibawah 50 tahun,” pungkasnya. (b/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top