Pariwara
Kolaka Timur

Koltim Jadi Sentra Pengembangan Kakao

KENDARIPOS.CO.ID — Komitmen Bupati Kolaka Timur (Koltim), H. Tony Herbiansyah mengembalikan kejayaan kakao diotoritanya semakin dimaksimalkan. Berbagai strategi dan upaya terus dilakukan, bahkan mengusulkan program ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia agar Koltim dijadikan pusat pengembangan tanaman cokelat di Indonesia. Respon dari pemerintah pusat terlihat dengan hadirnya Dirjen Hortikultura Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, Selasa (31/7) di Koltim.

Tony Herbiansyah mengungkapkan, program peremajaan kakao merupakan hal mudah dan efektif untuk mengganti tanaman yang sudah tua dan tak produktif lagi. “Saya sangat bersyukur Kementan melalui Dirjen Hortikultura bisa menempatkan Koltim sebagai proyek pengembangan kakao di Indonesia. Pemkab Koltim sangat mendukung kehadiran program ini. Petani juga antusias menanam dan merehabilitasi kakao mereka. Pemkab Koltim punya visi dan misi agrobisnis berdaya saing,” ungkap Tony Herbiansyah, selasa (31/7).

Ia mengatakan, saat ini yang telah dibibitkan sekitar 25 ribu kakao untuk petani. Dari sekitar 71 ribu lahan petani, sekitar 50 persen harus segera direhabilitasi bertahap. Di Koltim juga telah terbentuk 22 Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) yang bisa mendukung petani dalam mengelola tanamannya.

Sementara itu Dirjen Horikultura, Bambang, mengakui, Koltim merupakan kawasan pengembangan kakao yang ditetapkan secara nasional. Dari ratusan kabupaten dan kota di Indonesia, Koltim ditunjuk sebagai salah satu pusat pengembangan tanaman tersebut. Mantan Kadis Pertanian Provinsi Sultra ini mengungkapkan, kesempatan emas yang diberikan pemerintah pusat ke Pemkab Koltim dan seluruh warga harus dimanfaatkan.

Untuk diketahui, ada Rp 12 miliar dialokasikan untuk pengembangan kakao di Koltim. “Alhamdulillah kelembagaan petani di Koltim sudah terbentuk. Ini harus terus kita dorong dan kembangkan. Harga kakao saat ini memang fluktuatif, sesuai permintaan pasar dunia. Mulai Rp 20 ribu, Rp 50 sampai Rp 90 ribu perkilogram. Masyarakat harus bersabar ketika harga turun. Tapi yang jelas, kakao tetap mejadi komoditas primadona di pasaran dunia,” timpal Bambang. (b/kus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top