Pariwara
Nasional

OTT Marak, KPK Diminta Jangan Lupakan Penanganan Kasus Besar

Erwin Natosmal Oemar

KENDARIPOS.CO.ID — Total sudah 16 kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK sepanjang 2018. Jumlah itu melebihi tahun lalu yang hanya delapan kada. Baru-baru ini, KPK menangkap tangan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Zainudin Hasan. Adik kandung Ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut disangka menerima suap Rp 200 juta dari kontraktor proyek di daerah setempat. Uang itu diduga merupakan bagian fee sejumlah proyek yang dikerjakan tahun anggaran 2018.

Peneliti Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar menilai ada plus dan minus dalam OTT yang dilakukan KPK. Poin positifnya, KPK kembali mengingatkan kepada pemerintah agar serius menguatkan sistem pengawasan terhadap penyelenggara negara. ”Banyak proyek untuk kepentingan publik diputus berdasar kongkalikong,” ujarnya, Senin (30/7/2018). Menurut Erwin, OTT harus terus dilakukan sepanjang ditemukan indikasi praktik korupsi penyelenggara negara. Nah, dalam hal ini, KPK menunjukkan bahwa masih ada lembaga penegak hukum yang serius bekerja memberantas korupsi.

”Karena pemerintah tidak pernah serius memperbaiki sistem hukum, sehingga selalu kecolongan oleh politikus-politikus daerah,” tuturnya. Namun, Erwin mengingatkan, maraknya OTT tidak lantas membuat KPK melupakan penanganan kasus-kasus besar. Seperti kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dan BLBI. Menurut Erwin, kinerja penyidikan dan penuntut umum akan meningkat seiring dengan banyaknya OTT tersebut. ”Penanganan kasus besar secara tidak langsung terdampak,” imbuhnya. (tyo/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top