Pariwara
Edukasi

Menguatkan Kemitraan LPTK dengan Sekolah

Drs. Asrun Lio, M.Hum., PhD.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terus melakukan upaya perbaikan di tingkat kebijakan dan berbagai program di bidang pendidikan, termasuk program kemitraan LPTK dengan sekolah. Universitas Halu Oleo (UHO) yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah lama melaksanakan program kemitraan ini, namun kegiatannya masih terbatas pada kegiatan-kegiatan Program Pengenalan Lapangan (PPL) dan penelitian kolaboratif guru dan dosen dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan lesson study.

Secara formal program kemitraan FKIP UHO dengan sekolah-sekolah mitra di Sultra berkembang sejak pertengahan dekade 1990-an yakni sejak Proyek PGSM (Pengembangan Guru Sekolah Menengah) Ditjen Dikti meluncurkan program kemitraan LPTK-Sekolah sebagai satu upaya untuk memperkuat keterkaitan LPTK dengan sekolah. Namun setelah proyek PGSM berakhir, komunikasi fungsional LPTK dengan sekolah mitra menjadi berkurang karena berkurangnya kegiatan kemitraan. Dampaknya adalah pegembangan kemampuan profesional guru yang dilakukan di LPTK kurang berbasis lapangan. Penyebabnya ialah kurangnya pemahaman para dosen LPTK terhadap keadaan nyata yang ada di sekolah.

Koordinator Program PDS UHO, Drs. Asrun Lio, M.Hum., PhD., menuturkan, dalam rangka peningkatan mutu calon guru, saat ini pemerintah melalui Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan sedang melakukan program revitalisasi LPTK melalui pengembangan berbagai program termasuk program Penugasan Dosen ke Sekolah (PDS). Hakekat dari PDS adalah dosen bertugas mengajar atau melakukan tugas lainnya di sekolah.

“Sebagian besar PDS dilaksanakan dalam bidang pengajaran. PDS di bidang pembelajaran bermanfaat mengalirkan perkembangan IPTEKS pembelajaran yang dikembangkan di LPTK kepada sekolah-sekolah tempat PDS berlangsung. Kegiatan PDS di Sulawesi Tenggara adalah hal yang baru yang kegiatannya akan di-launching pada akhir Juli 2019,” terang Senior Akademik pada FKIP UHO ini.

Lanjut Asrun Lio, penugasan dosen di sekolah merupakan kebijakan yang menguntungkan baik bagi LPTK maupun bagi sekolah mitra. Program PDS membutuhkan komitmen dosen untuk mengalami dan menjadi guru di sekolah mitra. Dosen harus melihat, menghayati dan berkontribusi pada praksis pembelajaran di sekolah. Menjadi guru di sekolah bagi seorang dosen adalah hal baru. “Dosen perlu menyesuaikan dengan berbagai hal yang biasa berlaku di sekolah. Penugasan dosen di sekolah juga mengandung permasalahan baru bagi sekolah, yaitu apakah dosen yang bertugas dapat menyesuaikan dengan lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat tugasnya di perguruan tinggi,” tambah lulusan The Australian National University (ANU) Australia ini.

Dijelaskan bahwa penugasan dosen ke sekolah adalah bagian tak terpisahkan dalam upaya mengalirkan sinergi kualitas pendidikan di segala lini. Perkembangan yang pesat dalam hal teori pembelajaran yang dikaji di LPTK perlu didesiminasikan melalui PDS. Program PDS memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai upaya pengaliran informasi terkini dari LPTK ke sekolah mitra dan upaya pembinaan kualitas pembelajaran di sekolah untuk tujuan peningkatan profesionalitas guru dalam pembelajaran. “Semoga program kemitraan LPTK dan Sekolah dapat meningkatkan mutu calon guru dan guru di Sultra,” tandasnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top